Sangat mencolok untuk melihat absurditas dan lambatnya sistem pemerintahan berjuang untuk merangkul inovasi cryptocurrency. Sementara dunia teknologi melangkah dengan cepat, institusi pemerintahan tampaknya terjebak dalam inersia birokratis, tidak mampu menangkap peluang yang ditawarkan oleh alat yang dirancang untuk kecepatan, transparansi, dan desentralisasi. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan baik sangat menyoroti kurangnya efisiensi yang melekat dalam struktur yang seringkali usang dan ketidakmampuan mencolok dari beberapa perwakilan mereka.

Kita menyaksikan pemandangan yang menyedihkan di mana debat tanpa akhir dan regulasi yang tidak sesuai secara sengaja menghambat revolusi finansial yang sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Kesulitan untuk mengubah institusi-institusi ini sangat terasa: setiap usulan harus melalui labirin komite, validasi, dan penundaan, yang berujung pada keputusan yang sudah usang bahkan sebelum diterapkan. Warga negara, di sisi lain, adalah korban pertama dari kelumpuhan ini, terpaksa menavigasi dalam sistem yang tidak efisien dan mahal, sementara solusi yang lebih lancar dan adil diabaikan atau secara aktif dihalangi.

Namun, di balik frustrasi yang nyata ini, sebuah cakrawala yang lebih cerah mulai terlihat. Harapan terletak pada masa depan di mana teknologi yang kita rayakan saat ini – kecerdasan buatan (AI) dan blockchain – bukan lagi inovasi marginal tetapi pilar dari era baru. Bayangkan dunia di mana pemerintahan dipikirkan kembali dari dasar, dunia yang sepenuhnya libertarian di mana kehidupan warga negara disederhanakan, diamankan, dan sangat demokratis.

Dalam visi ini, demokrasi langsung menjadi kenyataan berkat pemungutan suara yang terdesentralisasi melalui blockchain. Setiap warga negara memiliki kekuatan keputusan yang langsung dan transparan, memotong perantara yang seringkali tidak jelas. Kemampuan dan objektivitas AI dapat dengan menguntungkan menggantikan pemimpin yang tidak kompeten, mengambil keputusan berdasarkan data dan logika yang tidak memihak, bebas dari bias politik dan kepentingan pribadi. AI juga dapat mengubah pendidikan, bertindak sebagai guru pribadi untuk setiap anak, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu dan merangsang rasa ingin tahu yang tak terbatas.

Dalam masa depan yang diinginkan ini, negara, yang dibebaskan dari beban birokratis dan prerogatif yang berlebihan, akan memusatkan kembali pada tugas-tugas utamanya yang paling mendasar: pengelolaan keamanan, keadilan, dan perlindungan hak asasi manusia. Lebih sedikit intervensi, lebih banyak efisiensi, dan kebebasan yang lebih besar untuk memungkinkan individu berkembang. Ini bukan utopia yang jauh, tetapi jalan yang mulai kita gambar, bata demi bata, dengan setiap kemajuan teknologi dan setiap kesadaran warga.

Apakah Anda tidak berpikir sudah saatnya untuk memperkuat visi ini agar perubahan dapat dipercepat?

#tomorrow #IA #crypto