Dalam ranah aplikasi terdesentralisasi (dApps), WalletConnect telah selama bertahun-tahun menjadi infrastruktur yang fundamental. Jendela pop-up dengan kode QR-nya telah memungkinkan jutaan koneksi antara dompet dan platform DeFi, permainan Web3, dan pasar NFT.
Namun, versi 1.0, yang diluncurkan pada tahun 2018, sudah tidak memenuhi kebutuhan ekosistem Web3 saat ini. Dalam lingkungan yang didominasi oleh banyak blockchain, sesi persisten, dan alur otorisasi yang lebih kompleks, diperlukan evolusi yang radikal.
Evolusi ini datang dengan #WalletConnect 2.0, sebuah desain ulang lengkap dari protokol.
Arsitektur teknis: Perubahan apa yang diterapkan?
Versi 2.0 memperkenalkan arsitektur baru yang berbasis pada relayer terdesentralisasi, topik pub-sub dengan namespace untuk memisahkan rantai yang kompatibel dan kemampuan yang kuat untuk sesi multichain dengan otorisasi granular.
Peningkatan utama:
* Sesi persisten: Pengguna tidak lagi perlu menyambung kembali saat menyegarkan dApp atau beralih jaringan.
* Koneksi multichain nyata: Satu sesi memungkinkan operasi simultan di Ethereum, Polygon, dan Binance Smart Chain.
* Otorisasi modular: dApp dapat meminta izin spesifik (tanda tangan, transfer, dll.) untuk setiap jaringan atau kontrak yang terlibat.
Pesan di luar jalur: Komunikasi waktu nyata tanpa perlu koneksi langsung, bahkan tanpa membuka aplikasi terdesentralisasi (dApp).
Dari perspektif pengembang, sesi ini dikelola melalui @walletconnect/sign-client dan sekarang memerlukan pengelolaan yang lebih eksplisit dari pemairan dan peristiwa otorisasi dengan pendengar asinkron.
⚙️ Kasus praktis: Integrasi dalam dApp DeFi multichain
Contoh nyata: Zerion dan WalletConnect 2.0
#zerion sebuah platform DeFi multichain yang diakui, mengintegrasikan WalletConnect 2.0 untuk memungkinkan pengguna mengelola aset dan menandatangani transaksi di Ethereum, Polygon, Arbitrum, dan Optimism dalam satu sesi yang persisten. Berkat arsitektur baru protokol, Zerion menawarkan pengalaman yang mulus, tanpa sambungan ulang atau perubahan jaringan manual, dengan izin modular dan keamanan yang lebih besar dalam pengelolaan multichain.
* Pengguna memindai kode QR hanya sekali dari dompet mereka.
* Aplikasi meminta izin di kedua namespace (eip155:1 untuk Ethereum dan eip155:42161 untuk Arbitrum).
* Sesi tetap aktif bahkan jika pengguna menutup browser.
* Operasi ditandatangani secara otomatis dari dompet tanpa pop-up berulang.
Jenis alur ini tidak mungkin dilakukan dengan versi sebelumnya dan sekarang menjadi standar berkat WalletConnect 2.0.
🔒 Keamanan dan kontrol
Salah satu kemajuan yang paling mencolok adalah pemisahan namespace berdasarkan jaringan, yang memungkinkan pengguna meninjau dan mengontrol dengan tepat apa yang mereka izinkan, di jaringan mana, dan berapa lama. Selain itu, sesi sekarang dapat dicabut atau diedit langsung dari dompet tanpa perlu menghapus seluruh koneksi.
Selain itu, WalletConnect 2.0 menggunakan pesan yang ditandatangani dan autentikasi berbasis kunci sementara, yang mengurangi risiko umum seperti phishing QR atau penggunaan kembali sesi.
🌐 Bagaimana perbandingannya dengan alternatif?

🔭 Apa yang akan datang: Wallet-as-a-Service
Ekosistem #Web3 sedang bermigrasi menuju pengalaman yang lebih mulus, dan WalletConnect 2.0 akan menjadi dasar untuk dompet pintar abstrak di masa depan (ERC-4337), di mana pengguna akan beroperasi tanpa perlu menandatangani setiap tindakan secara manual. Sudah ada pilot di mana WalletConnect memungkinkan pembayaran sosial, dompet berdasarkan nama pengguna, dan otorisasi biometrik.

🎯 Kesimpulan
$WCT 2.0 bukan hanya pembaruan protokol, tetapi infrastruktur yang menghubungkan generasi baru pengguna dengan kemungkinan multichain.
Dalam masa depan terdesentralisasi di mana #BitValue dan ekosistem Web3 lainnya berkembang di banyak rantai, alat seperti WalletConnect 2.0 akan menjadi kunci untuk interoperabilitas tanpa gesekan, identitas portabel, dan kedaulatan pengguna.

