Protokol Sahara AI: Desentralisasi Pengembangan AI
Protokol Sahara AI membuka era baru dalam pengembangan dan penerapan model AI. Menjelang pertengahan 2025, ia memungkinkan:
Pembelajaran model yang terdesentralisasi: Pengembang dapat melatih model AI menggunakan daya komputasi terdistribusi dan set data pribadi dari jaringan Sahara.
Kepemilikan model AI: Model AI yang dikembangkan dapat di-tokenisasi (misalnya, sebagai NFT), memastikan kepemilikan yang transparan, pelacakan penggunaan, dan distribusi pendapatan secara otomatis.
Akses ke "Agen Pengetahuan" (Knowledge Agents): Pengguna dapat mengakses agen AI khusus yang mengenkapsulasi pengetahuan ahli dan dapat dimonetisasi.
Pengembangan kolaboratif: Protokol ini mendorong kerja sama dalam model AI, menciptakan "modal pengetahuan" kolektif komunitas. Ini mendemokratisasi akses ke alat dan sumber daya AI, yang sebelumnya hanya tersedia untuk perusahaan besar. #AIProtocol #DecentralizedAI $SAHARA


