$BNB

Setelah tiga bulan muncul secara konsisten, terlibat, dan belajar, saya secara resmi menyimpulkan peran saya sebagai guru magang di Sekolah Menengah Pertama Central Mumias. Pengalaman ini tidak lain adalah transformasi — baik secara profesional maupun pribadi.

Sebagai bagian dari perjalanan pelatihan guru saya, magang ini menawarkan saya pengalaman pertama di lokasi dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (CBC) di dalam kelas yang nyata. Selain perencanaan dan penyampaian pelajaran, ini adalah kesempatan untuk menguji teori dan metodologi yang diajarkan di ruang kuliah terhadap realitas kelas di Kenya. Saya berhadapan langsung dengan tuntutan kurikulum, kekuatannya, keterbatasannya, dan — yang terpenting — potensinya.

Apa yang Benar dari CBC:

Penekanan CBC pada pusat pembelajaran, keterlibatan praktis, kreativitas, dan nilai-nilai sangat patut dicontoh. Saya menyaksikan siswa menunjukkan pemikiran kritis, kolaborasi, dan rasa ingin tahu ketika diberi ruang untuk menjelajahi. Ada kekuatan dalam beralih dari menghafal secara mekanis ke sistem yang menghargai apa yang dapat dilakukan siswa dengan apa yang mereka ketahui.

Apa yang Bisa Kita Perbaiki:

Namun, pelaksanaan CBC masih dalam proses perbaikan. Tantangan seperti:

Sumber daya yang terbatas untuk kerja praktis,

Kelas yang terlalu ramai,

Pelatihan dan dukungan yang tidak memadai untuk guru,

dan kurangnya alat penilaian yang seragam

terus menghalangi potensi penuhnya.

Guru diharapkan untuk berimprovisasi sering, yang sayangnya mengakibatkan ketidakkonsistenan dalam penyampaian. Untuk kurikulum yang dirancang agar inklusif dan berbasis pengalaman, kita harus memastikan bahwa semua sekolah — terlepas dari lokasi mereka — memiliki akses yang setara terhadap materi pembelajaran, infrastruktur, dan alat digital.

Apa yang Hilang:

Ada juga kebutuhan untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan orang tua, yang merupakan komponen penting dari CBC. Banyak orang tua tidak menyadari peran mereka dalam proses pembelajaran atau tidak memiliki cara untuk berpartisipasi secara efektif.