Pada 29 Juli 2025, pukul 23:24 UTC (11:24 waktu lokal di Kamchatka), gempa bumi berkekuatan Mw 8.8 mengguncang pantai timur semenanjung Kamchatka, Rusia, menjadi salah satu yang paling intens tercatat sejak megagempa Jepang 2011. Dengan kedalaman sekitar 19 km, gempa ini memicu tsunami dengan gelombang hingga 5 meter di Severo-Kurilsk, menyebabkan banjir pesisir dan kerusakan material tanpa kehilangan jiwa yang terkonfirmasi.
🌍 Peringatan di beberapa negara di Pasifik
Peringatan tsunami diaktifkan di banyak negara:
Jepang, mengevakuasi hingga 2 juta orang, termasuk pekerja dari pembangkit listrik Fukushima, dengan gelombang diperkirakan mencapai hingga 3 m di beberapa daerah
Di Hawaii, gelombang sekitar 1,7 hingga 1,8 m, tanpa kerusakan besar yang tercatat.
Di pantai barat AS (California, Alaska) tercatat gelombang yang lebih kecil dan peringatan berkurang
Di Chili, antara 65 hingga 125 pelabuhan ditutup dan komunitas pesisir dievakuasi, termasuk Pulau Paskah.
Di Kolombia, Peru, Ekuador (Kepulauan Galápagos), Meksiko, serta Papua Nugini, Vanuatu, Kanada, Filipina, Selandia Baru, Taiwan, juga diumumkan peringatan dan langkah-langkah pencegahan.
🧯 Tanggapan, kerusakan, dan evaluasi
Meskipun tsunami 'monster' diharapkan, hal ini tidak terjadi di banyak daerah, berkat tidak adanya longsoran bawah laut dan faktor-faktor seperti struktur dasar laut dan bentuk pantai.
Otoritas Rusia melaporkan cedera ringan dan kerusakan material, tanpa kematian, sementara di Jepang dilaporkan satu kematian tidak sengaja selama evakuasi.
Setelah gempa, gunung berapi Klyuchevskoy diaktifkan, yang meningkatkan kekhawatiran akan risiko vulkanik tambahan.
Diperkirakan akan memakan waktu satu minggu untuk menyelesaikan evaluasi kerusakan di Kamchatka dan daerah sekitarnya.