Tesla menghadapi musim panas yang menantang pada tahun 2025. Meskipun minat terhadap kendaraan listrik meningkat di seluruh Eropa, perusahaan mengalami penurunan tajam di pasar utama dan sekaligus menghadapi tantangan hukum di AS yang dapat menggagalkan ambisi taksi otonomnya.
📉 Penurunan Tajam dalam Pendaftaran Jerman
Menurut data terbaru dari Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman (KBA), Tesla hanya mendaftarkan 1.110 kendaraan pada bulan Juli, mencatat penurunan lebih dari 55% dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2024. Dari Januari hingga Juli, Tesla hanya menjual 10.000 mobil di Jerman — turun hampir 58% dibandingkan tahun lalu.
Bahkan peluncuran Model Y yang ditingkatkan gagal membalikkan tren. Pelanggan Eropa semakin beralih ke pesaing — misalnya, merek China BYD mendaftarkan 1.126 kendaraan pada bulan Juli, meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
🧠 Tesla Bertaruh pada Kamera dan AI Sementara Pesaing Mundur
Saat perusahaan seperti GM mengurangi ambisi kendaraan otonom mereka karena tingginya biaya komponen dan pengawasan regulasi, Elon Musk tetap berkomitmen pada visinya tentang transportasi tanpa pengemudi. Tesla hanya mengandalkan kamera dan kecerdasan buatan, tidak seperti pesaing seperti Waymo dan Zoox yang menggunakan teknologi radar dan lidar yang mahal.
Pada bulan Juni, Tesla meluncurkan versi beta terbatas dari layanan Robotaxi di Austin, menerjunkan selusin SUV Model Y dengan pengemudi keselamatan di dalamnya. Musk bertujuan untuk membuat layanan ini tersedia bagi setengah dari populasi AS dalam waktu lima bulan, tetapi hambatan regulasi memperlambat kemajuan.
⚖ Putusan Florida Memberikan $243 juta dalam Ganti Rugi
Keputusan pengadilan Florida baru-baru ini mungkin akan lebih memperlambat peluncuran Robotaxi Tesla. Sebuah juri menghukum $243 juta kepada keluarga dua korban yang terlibat dalam kecelakaan 2019 dengan Model S yang beroperasi dalam mode Autopilot. Putusan tersebut menyimpulkan bahwa sistem Tesla cacat dan berkontribusi pada hasil fatal.
Tesla berargumen bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan pengemudi, menyatakan bahwa pengemudi sedang meraih ponsel yang terjatuh. Namun, putusan tersebut memicu penyelidikan federal dan lebih banyak tuntutan hukum. Badan regulasi di California, Nevada, dan Arizona kini sedang meninjau aplikasi Tesla untuk persetujuan layanan otonom.
🤖 Autopilot vs. Full Self Driving
Autopilot standar Tesla mengontrol kecepatan dan posisi jalur di jalan tol. Sistem Full Self-Driving (FSD) opsional memperluas fungsionalitas ke jalan-jalan kota — menangani belokan dan perubahan jalur. Analis di Piper Sandler mencatat bahwa putusan Florida tidak berlaku untuk versi FSD terbaru, tetapi merusak kepercayaan publik terhadap sistem Tesla.
Sementara Tesla biasanya menang atau menyelesaikan tuntutan hukum terkait sistem bantuan pengemudinya, kasus ini berbeda. Model S melanggar tanda STOP dan bertabrakan dengan Chevy Tahoe yang diparkir, menewaskan dua orang. Pengemudi mengklaim bahwa ia tidak diperingatkan oleh sistem. Juri menemukan Autopilot Tesla bersalah.
🕵 Penundaan, Ketidakpastian, dan Kerusakan Citra
Penundaan regulasi dan hambatan persetujuan dapat mendorong kembali rencana Tesla. Para ahli hukum dan industri memperingatkan bahwa kemajuan mungkin lambat. Gene Munster dari Deepwater Asset Management mengatakan:
“Putusan ini adalah noda pada citra Tesla. Regulator kini akan lebih berhati-hati.”
🔚 Ringkasan
Tesla terjebak antara penjualan yang menurun di Eropa, meningkatnya persaingan dari China, dan kemunduran hukum di AS yang membahayakan kepemimpinannya dalam transportasi otonom. Seberapa cepat perusahaan beradaptasi akan menjadi jelas di paruh kedua tahun ini.
#Tesla , #ElonMusk , #ROBOTAXI , #AI , #worldnews
Tetap satu langkah lebih maju – ikuti profil kami dan tetap terinformasi tentang segala hal penting di dunia cryptocurrency!
Pemberitahuan:
,,Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini dimaksudkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apa pun. Konten halaman-halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency dapat berisiko dan dapat mengakibatkan kerugian finansial.

