Pendudukan Penuh Gaza: Rencana Israel dan Tragedi Kemanusiaan yang Semakin Memburuk
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk meluncurkan pendudukan militer penuh di Gaza. Menurut media Israel, kabinet perang mungkin segera menyetujui rencana tersebut. Netanyahu berargumen bahwa ini perlu untuk menghilangkan Hamas dan menyelamatkan sandera, sementara para pemimpin militer Israel memperingatkan bahwa ini akan meningkatkan jumlah korban sipil dan membahayakan nyawa sandera yang tersisa.
Kondisi di Gaza sudah sangat katastrofik. Otoritas setempat melaporkan bahwa sejak Oktober 2023, lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas, termasuk 18.000 anak-anak. Setiap hari, kelaparan dan kekurangan pangan yang parah terus merenggut puluhan nyawa.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga bantuan global telah mengutuk keras rencana tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang akan memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah sangat besar. Uni Eropa, Spanyol, dan beberapa negara lainnya telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengakui pendudukan ilegal di Gaza atau Tepi Barat.
Ini adalah saatnya bagi dunia untuk bersatu dan mengangkat suara melawan ketidakadilan seperti itu. Ketika suara bersatu, kegelapan penindasan dapat diubah menjadi cahaya.
✦ Diam adalah sebuah kejahatan. Jadilah suara untuk Gaza.
Bagikan Pos Ini & Ikuti Untuk Pembaruan Lebih Lanjut.
Penafian: Berisi opini pihak ketiga. Bukan nasihat keuangan. Dapat berisi konten bersponsor.Baca S&K.