Sebelum grafik, sebelum pompa, sebelum karpet…
tidak ada katak.
Bukan proyek kripto.
Bukan sinyal pasar.
Hanya amfibi santai dari komik bawah tanah, yang berkata,
"Rasanya enak, kawan."
Saat itu, rawa lebih kecil hanya beberapa forum web, aliran meme yang mengalir di aliran anonim.
Tapi katak itu memiliki wajah yang terpatri dalam ingatanmu.
Senyum yang bisa jadi ironis… atau sangat serius.
Dan kemudian, seperti semua hal baik di internet,
Ia dicuri.
Dipelintir.
Dibuat ulang.
Dijadikan senjata.
Saat kripto muncul, PEPE sudah menjadi pelanggar digital yang dibajak oleh komunitas, diperdagangkan seperti barang terlarang, menyebar dalam format yang tidak pernah dibayangkan oleh artisnya.
Gambarnya menjadi cermin.
Bagi sebagian, sebuah lelucon.
Bagi yang lain, sebuah spanduk.
Bagi para trader… sebuah sinyal kekacauan.
Sekarang, setiap bull run, ia kembali.
Rantai yang berbeda. Suasana yang berbeda. Senyum yang sama.
Mereka menyebutnya meme.
Saya menyebutnya ramalan.
