#MarketGreedRising Ketika ketamakan di pasar meningkat, itu berarti para investor menjadi lebih optimis dan bersedia mengambil lebih banyak risiko dengan harapan mendapatkan keuntungan besar. Anggaplah itu sebagai gelombang kepercayaan diri yang menyelimuti pasar saham. Alih-alih melakukan penelitian mendalam tentang perusahaan, orang-orang mungkin mulai membeli saham hanya karena mereka melihat harga sedang meningkat, fenomena yang sering disebut sebagai "rasa takut kehilangan" atau FOMO.
Optimisme ini sering didorong oleh berita ekonomi yang baik, keuntungan kuat dari perusahaan, atau kegembiraan seputar teknologi baru. Ketika para investor melihat orang lain menghasilkan banyak uang, mereka sering ingin terlibat dalam aksi itu, yang dapat mendorong harga saham lebih tinggi lagi, kadang-kadang melebihi nilai sebenarnya. Ini dapat menciptakan lingkaran di mana harga yang meningkat menyebabkan lebih banyak ketamakan, yang pada gilirannya menyebabkan harga bahkan lebih tinggi.
Namun, pasar yang dikendalikan oleh ketamakan bisa menjadi pedang bermata dua. Meskipun bisa menghasilkan keuntungan yang mengesankan, itu juga dapat menciptakan "gelembung" di mana harga saham menjadi tidak relevan dengan kenyataan. Ketika gelembung akhirnya pecah, itu bisa mengarah pada penurunan tajam dan mendalam dalam harga ketika para investor bergegas untuk menjual. Salah satu nasihat terkenal dari investor legendaris Warren Buffett adalah "takutlah ketika orang lain tamak dan tamaklah ketika orang lain takut," yang menyoroti bahaya potensial terjebak dalam kegembiraan pasar.