Candle Jepang bukan hanya grafik, tetapi bahasa pasar yang mengungkapkan bagaimana para trader berpikir dan apa perasaan mereka (Ketakutan – Keserakahan – Netral). Setiap lilin mencerminkan konflik antara pembeli (banteng 🐂) dan penjual (beruang 🐻).
🔎 Komponen lilin:
Badan (Body): Mewakili perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan.
Sumbu atas (Upper Wick): Harga tertinggi yang dicapai.
Ekor bawah (Lower Wick): Harga terendah yang dicapai.
🟩 Jika penutupan lebih tinggi dari pembukaan ➝ Candle bullish (positif).
🟥 Jika penutupan lebih rendah dari pembukaan ➝ Candle bearish (negatif).
✨ Pola candle terpenting: 1️⃣ Hammer 🔨: Muncul setelah penurunan panjang, ekor bawah yang panjang dan tubuh kecil ➝ dapat menunjukkan pembalikan bullish.
2️⃣ Doji ✨: Ketika harga pembukaan ≈ harga penutupan ➝ Netral dan kebingungan di pasar.
3️⃣ Bullish Engulfing 🟩🟥: Candle bullish besar yang menelan candle sebelumnya ➝ Isyarat kenaikan yang kuat.
4️⃣ Bearish Engulfing 🟥🟩: Candle bearish besar yang menelan candle sebelumnya ➝ Isyarat penurunan.
📌 Contoh praktis:
Jika Anda melihat grafik Bitcoin (₿ BTC) pada kerangka waktu harian dan melihat candle Hammer setelah penurunan yang kuat, ini bisa menjadi isyarat masuknya pembeli dan awal dari pembalikan ke atas.
Sementara munculnya Bearish Engulfing setelah kenaikan panjang bisa menjadi tanda koreksi atau penurunan.
💡 Kesimpulan:
Candle Jepang adalah alat yang kuat yang membantu Anda memprediksi arah pasar, tetapi jangan hanya bergantung padanya. Gabungkan dengan level support dan resistance + manajemen modal untuk mendapatkan hasil terbaik.
Silakan beri suka pada artikel ini, beri komentar dengan 'sudah' dan ikuti kami untuk mendapatkan semua pembaruan.