YouTuber Saadur Rehman (aka Ducky Bhai) ditangkap di Bandara Internasional Allama Iqbal Lahore pada 17 Agustus 2025 oleh Badan Investigasi Kejahatan Siber Nasional (NCCIA). Dia dicegah untuk meninggalkan negara setelah namanya dicantumkan dalam Daftar Identifikasi Nasional Sementara (PNIL)—sebuah langkah yang sering digunakan untuk menghentikan individu yang terlibat dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

Tuduhan Terhadapnya

Penangkapan ini berputar di sekitar tuduhan bahwa Ducky Bhai mempromosikan perjudian dan platform taruhan online melalui saluran YouTube-nya. Otoritas menuduh bahwa dia mendukung beberapa aplikasi—termasuk Binomo, 1xBet, Bet 365, dan B9 Game—mendorong pengikut untuk menginvestasikan uang, yang mengakibatkan kerugian finansial ketika platform-platform ini gagal memberikan pembayaran yang dijanjikan.

Biaya Hukum

Laporan Informasi Pertama (FIR) secara resmi diajukan pada 17 Agustus 2025, menyebutkan tuduhan di bawah:

Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Elektronik (PECA), 2016: Pasal 13 (pemalsuan elektronik), 14 (penipuan elektronik), 25 (spamming), dan 26 (penipuan).

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pakistan: Pasal 294B (menawarkan hadiah sehubungan dengan perdagangan) dan 420 (penipuan dan bujukan yang tidak jujur).

FIR juga menguraikan bagaimana Ducky Bhai diduga bekerja sebagai 'manajer negara' yang tidak sah untuk Binomo tanpa persetujuan dari otoritas Pakistan seperti Bank Negara Pakistan atau Dewan Pendapatan Federal (FBR).

Otoritas mengklaim mereka memperoleh bukti dari ponselnya yang disita—seperti obrolan WhatsApp dan catatan pembayaran—yang menghubungkannya dengan promosi aplikasi-aplikasi ini dan penerimaan pembayaran yang tidak sah.

Rincian Remand

Dia dihadapkan di depan seorang hakim pada hari yang sama dengan penangkapannya. Pengadilan memberikan NCCIA remand fisik selama dua hari, menginstruksikan agar dia muncul kembali pada 19 Agustus 2025, dan menyerahkan laporan penyelidikan yang terperinci.

Sebagai ringkasan:

Ducky Bhai ditangkap karena diduga mempromosikan aplikasi perjudian yang tidak terdaftar di saluran YouTube populernya, menghadapi tuduhan serius elektronik dan pidana. Remand diberikan untuk penyelidikan lebih lanjut, dengan proses dijadwalkan untuk dilanjutkan pada 19 Agustus 2025.