Bitcoin terus menunjukkan kekuatan pada tahun 2025, bertahan di atas $114.000 seiring dengan meningkatnya optimisme investor tentang potensinya untuk menembus angka $125.000 selama siklus bull ini. Beberapa faktor kunci berkontribusi pada momentum naik cryptocurrency ini, termasuk permintaan institusional, metrik on-chain, tren makroekonomi, dan efek dari halving terbaru.

Salah satu perkembangan paling signifikan adalah lonjakan aliran masuk ETF Bitcoin spot. Produk investasi ini telah membuka pintu bagi lembaga besar untuk mendapatkan eksposur ke Bitcoin tanpa langsung memilikinya. Dana seperti IBIT milik BlackRock telah melihat miliaran dalam aliran masuk, mendorong total kepemilikan Bitcoin terkait ETF ke rekor tertinggi. Permintaan stabil dari investor institusi ini membantu mendukung harga saat ini dan dapat mendorong keuntungan lebih lanjut.

Data on-chain juga menunjukkan perilaku bullish. Pasokan Bitcoin di bursa telah turun ke level terendah dalam beberapa tahun, menunjukkan bahwa pemegang sedang memindahkan aset mereka ke penyimpanan dingin daripada bersiap untuk menjual. Pada saat yang sama, dompet paus—mereka yang memegang jumlah besar Bitcoin—telah mengakumulasi secara agresif. Lebih dari 200.000 BTC telah ditambahkan ke dompet ini dalam beberapa bulan terakhir, menandakan kepercayaan di antara investor jangka panjang.

Peristiwa halving pada April 2024 juga telah memainkan peran penting. Dengan mengurangi imbalan blok dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC, laju Bitcoin baru yang memasuki sirkulasi telah melambat secara signifikan. Secara historis, peristiwa halving telah mendahului kenaikan bull besar, dan siklus ini tampaknya mengikuti pola serupa. Dengan lebih dari 94% Bitcoin sudah ditambang, kelangkaan menjadi kekuatan yang lebih kuat di pasar.

Kondisi makroekonomi menambah bahan bakar pada reli ini. Dolar AS telah melemah di tengah meningkatnya utang dan pertumbuhan yang melambat, dan bank sentral cenderung melakukan pemotongan suku bunga untuk merangsang ekonomi mereka. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong investor untuk mencari aset alternatif, dan Bitcoin semakin dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan devaluasi mata uang.

Sentimen pasar tetap positif, dengan analis teknis menunjukkan level dukungan yang kuat dan pola grafik bullish. Minat ritel juga meningkat, karena lebih banyak investor kembali ke pasar setelah breakout terbaru Bitcoin.

Meskipun tidak ada yang dapat memprediksi masa depan dengan kepastian, kombinasi aliran masuk institusional, pasokan yang berkurang, akumulasi paus, dan tren makro yang menguntungkan menunjukkan bahwa Bitcoin bisa mencapai atau melampaui $125.000 dalam beberapa bulan mendatang. Beberapa analis percaya harga bisa naik lebih tinggi, berpotensi mencapai $150.000 atau lebih sebelum siklus mencapai puncaknya.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada langkah berikutnya Bitcoin. Jika kondisi saat ini bertahan, tonggak $125K mungkin sudah dekat.

#bitcoin #ATH