PANews diposting di X (sebelumnya Twitter). Solusi Layer 2 (L2) Ethereum menghadapi krisis identitas yang signifikan saat mereka menavigasi peran mereka di masa depan blockchain. Perdebatan ini dipicu oleh pertanyaan terbaru dari salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, tentang jalur skalabilitas. Diskusi ini telah mendorong berbagai proyek L2 seperti Optimism, Arbitrum, Base, dan Starknet untuk menilai kembali posisi dan strategi mereka.
Perbedaan di antara solusi L2 ini menyoroti visi yang berbeda untuk struktur masa depan Ethereum. Beberapa proyek mundur ke pendekatan 'layer standar', fokus pada mempertahankan kedaulatan kinerja, sementara yang lain menjauh dari kompetisi skalabilitas sepenuhnya. Pergeseran ini menunjukkan bahwa solusi L2 sedang berkembang melampaui sekadar alat skalabilitas, karena mereka sekarang terpaksa mendefinisikan peran fungsional unik mereka dalam ekosistem Ethereum.
Perdebatan yang sedang berlangsung menyoroti kompleksitas dan sifat dinamis dari pengembangan Ethereum, saat para pemangku kepentingan terus memasang taruhan yang berbeda pada arsitektur masa depannya. Saat solusi L2 mendefinisikan kembali identitas mereka, komunitas Ethereum yang lebih luas mengamati dengan seksama untuk melihat bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi skalabilitas dan fungsionalitas jaringan.
