Partai politik tertua di Bangladesh telah dilarang untuk berpartisipasi dalam pemilihan yang dijadwalkan minggu ini, meningkatkan kekhawatiran tentang ketidakstabilan politik yang sedang berlangsung di negara itu. Bloomberg memposting di X, partai tersebut telah mendesak para pendukungnya untuk memboikot pemilu, mengklaim bahwa pemilu tersebut tidak kredibel. Pengecualian partai dari proses pemilihan telah memicu perdebatan tentang keadilan dan transparansi pemilihan yang akan datang. Pengamat sedang memantau situasi dengan cermat, karena seruan partai untuk memboikot dapat berdampak pada partisipasi pemilih dan legitimasi keseluruhan dari hasil pemilihan. Lanskap politik di Bangladesh tetap tegang, dengan pertanyaan seputar proses demokrasi dan masa depan partisipasi politik di negara tersebut.
