Harga emas bisa melonjak menjadi $6,000 per ounce pada akhir tahun, menurut David Wilson dari BNP Paribas. Bloomberg memposting di X, menyoroti prediksi Wilson di tengah ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung. Prediksi ini muncul saat para investor mencari aset sebagai tempat aman sebagai respons terhadap ketidakstabilan keuangan global dan ketegangan geopolitik. Analisis Wilson menunjukkan bahwa logam mulia ini mungkin akan mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan saat peserta pasar mencari stabilitas. Pandangan ini sejalan dengan tren yang lebih luas di pasar komoditas, di mana emas secara historis telah menjadi penyimpan nilai yang dapat diandalkan selama masa-masa sulit. Potensi kenaikan harga emas mencerminkan kekhawatiran atas inflasi dan fluktuasi mata uang, mendorong investor untuk mempertimbangkan diversifikasi portofolio mereka. Seiring berjalannya waktu, para pengamat pasar akan memantau dengan cermat indikator ekonomi dan perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi trajektori emas.