
Kita tidak membuang satu hari karena kita tidak melakukan apa-apa.
Kita membuang satu hari ketika kita mengakhirinya tanpa bergerak lebih dekat ke orang yang ingin kita jadi.
- Beberapa lelah, tersesat, atau kurang motivasi.
Beberapa orang bekerja penuh waktu.
Beberapa masih mencari arah mereka.
Beberapa lelah, tersesat, atau kekurangan motivasi.
Tapi tidak peduli di mana Anda berada, sebuah hari tidak perlu "sempurna" untuk menjadi bermakna.
I. Sebuah hari tidak perlu banyak — hanya perlu benar
Kamu tidak perlu melakukan sepuluh hal besar dalam satu hari.
Kamu hanya perlu satu hal yang benar.
Tulis 300 kata alih-alih bermimpi tentang sebuah buku.
Pelajari satu konsep baru alih-alih menonton video yang tidak berguna lainnya.
Mulailah sesuatu yang telah kamu tunda selama berbulan-bulan bahkan jika hanya selama 10 menit.
Kemajuan kecil tetaplah kemajuan.
Dan kemajuan harian menciptakan kesenjangan besar setelah satu tahun.
II. Jangan mulai harimu dengan mengonsumsi — buat sesuatu terlebih dahulu
Media sosial, berita, video pendek semuanya dirancang untuk menguras energi kreatifmu sebelum kamu menggunakannya.
Coba ini sebagai gantinya:
Tulislah sebelum kamu menggulir.
Pikirkan sebelum kamu menonton.
Ciptakan sesuatu sebelum mengonsumsi karya orang lain.
Jika kamu menghabiskan hanya 30 menit pertama harimu untuk mencipta alih-alih mengonsumsi,
hari itu sudah tidak terbuang.
III. Hari yang bermakna tidak berarti hari yang mudah
Akan ada hari-hari ketika kamu merasa kelelahan.
Dan itu tidak berarti kamu gagal.
Sebuah hari tidak terbuang jika:
Kamu tidak menyerah.
Kamu tidak membenci dirimu karena lambat.
Kamu beristirahat dengan niat, bukan menghindar.
Istirahat untuk melanjutkan ke depan sangat berbeda dari membiarkan waktu berlalu tanpa sadar.
IV. Akhiri harimu dengan satu pertanyaan
Sebelum kamu tidur, tanyakan pada dirimu:
“Apa yang telah saya lakukan hari ini bahkan sesuatu yang kecil yang membuat besok sedikit lebih baik?”
Jika kamu dapat menjawab itu, bahkan dengan satu hal,
maka hari itu tidak terbuang.
Kita tidak perlu menjalani hari-hari yang cemerlang.
Kita hanya perlu menjalani hari-hari yang terarah.
Karena pada akhirnya, hidup tidak dibangun dari lompatan besar, tetapi dari hari-hari yang tidak pernah dibuang.
“Apakah saya membuang waktu saya membuat ini?
Tidak.
Saya telah membuang seluruh hidup saya sebelum itu.”