Kepala eksekutif FAT Brands, sebuah operator restoran yang saat ini sedang menjalani proses kebangkrutan, akan tetap menjabat untuk sementara waktu. Bloomberg memposting di X, menyoroti tantangan keuangan yang sedang dihadapi perusahaan. FAT Brands, yang dikenal dengan portofolio beragam rantai restorannya, telah menghadapi masalah keuangan yang kompleks yang menyebabkan pengajuan kebangkrutan. Meskipun tantangan ini, kepemimpinan CEO akan terus berlanjut saat perusahaan menjalani proses restrukturisasi. Keputusan ini diambil saat FAT Brands berusaha untuk menstabilkan operasinya dan mengeksplorasi strategi pemulihan yang potensial. Rencana masa depan perusahaan tetap tidak pasti saat ia berusaha mengatasi kesulitan keuangannya dan merencanakan langkah ke depan.