Raksasa industri bir Heineken baru saja mengejutkan ketika mengumumkan rencana pemotongan hingga 6.000 karyawan secara global. Ini adalah bagian dari strategi "menghemat produktivitas" dengan memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan (AI).
Dalam konteks penjualan bir yang menurun secara signifikan, penerapan AI diharapkan dapat membantu perusahaan mengoptimalkan proses dan mengurangi beban biaya operasional. Namun, ini juga berarti bahwa ribuan pekerja harus menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.
Gelombang pemecatan ini adalah bukti nyata yang paling jelas bahwa AI bukan lagi sekadar teori tetapi sedang secara langsung mengubah struktur tenaga kerja dari perusahaan multinasional. Apakah teknologi akan menjadi penyelamat atau ancaman bagi pasar tenaga kerja di masa depan?
#Heineken #AI #Pemecatan #Teknologi #Bisnis #Pasar #PHK