Risiko Penarikan September vs. Momentum
Secara historis, September adalah bulan terlemah untuk ekuitas AS, dengan S&P 500 rata-rata mengalami penurunan 0,7% selama 75 tahun terakhir. Tetapi pada tahun 2025, optimisme lebih kuat—berkat laba yang kuat, keuntungan sektor teknologi, dan harapan pemotongan suku bunga Fed yang segera. S&P 500 baru-baru ini mencatat kenaikan 1,9% pada bulan Agustus dan tetap di atas rata-rata pergerakan 200 harinya—sebuah sinyal bullish untuk momentum. Namun, volatilitas bisa tetap tinggi karena level VIX yang rendah dan peristiwa mendatang seperti data inflasi dan keputusan suku bunga Fed.
2. Penurunan Semikonduktor & Ketidakpastian Kebijakan
Pasar tetap berhati-hati: Nvidia dan saham teknologi fokus AI lainnya mundur karena perhatian beralih ke ketidakpastian perdagangan dan putusan pengadilan yang membatalkan sebagian besar tarif Trump—meskipun pasar mengharapkan administrasi mungkin mengejar langkah alternatif. Sementara itu, pesaing yang berkembang di China (chip AI Alibaba) semakin menekan Nvidia. Secara keseluruhan, pasar yang lebih luas mengakhiri minggu sedikit lebih rendah, tertekan oleh penurunan teknologi.
3. Pemulihan Pasca-Jatuh & Sektor yang Perlu Diawasi
Setelah penurunan signifikan sekitar ~19% di awal tahun ini, S&P 500 telah rebound dan kini naik sekitar 10% sejak awal tahun, dipimpin oleh raksasa teknologi. Karena penilaian yang tinggi di sektor teknologi mega-cap, investor mengincar tawaran di sektor-sektor yang terabaikan—keuangan, industri, kapitalisasi kecil, kesehatan, dan pasar internasional—karena pemotongan suku bunga dapat melunakkan penurunan.
4. Kejutan & Pemulihan Crypto
Bitcoin dan Ethereum meroket setelah komentar Ketua Fed Powell membuka pintu untuk pemotongan suku bunga di bulan September. Namun, penjualan Bitcoin besar-besaran oleh ‘whale’ memicu kejutan dan likuidasi yang melebihi $800 juta. Baik crypto maupun ekuitas terkait (misalnya, ETF Bitcoin dan Ethereum, Coinbase) membalikkan kenaikan, meskipun minat institusional tetap kuat.
5. Prediksi Penarikan S&P 500
Strategis Stifel memprediksi potensi penarikan 14% di S&P 500 menjelang akhir tahun, mengutip penilaian yang tinggi, tekanan inflasi, dan indikasi ekonomi yang melemah. Mereka menekankan skenario stagflasi yang ringan dan merekomendasikan saham nilai defensif seperti Philip Morris dan Abbott Labs.
Demikian pula, Barry Bannister dari Stifel melihat kemungkinan koreksi 12% di paruh kedua 2025, karena permintaan konsumen yang menurun, pengurangan capex akibat ketidakpastian terkait tarif, dan inflasi inti yang persisten mempersulit rencana pelonggaran Fed.
6. Tekanan Penilaian di Seluruh Sektor
Penilaian yang diperpanjang kini meluas di luar Big Tech ke sebagian besar pasar. Dengan peluang nilai yang terbatas, bahkan koreksi moderat 5–10% bisa menjadi lebih terlihat jika terjadi perubahan dalam fundamental atau kebijakan.
Tetap disini dan ikuti untuk berita terbaru