Saham Arko Petroleum mulai diperdagangkan 1,4% di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) mereka setelah perusahaan mengumpulkan $200 juta dalam IPO di AS. Bloomberg memposting di X, menyoroti debut pasar grosir bahan bakar tersebut. Perusahaan, yang mengkhususkan diri dalam distribusi bahan bakar, menghadapi awal yang menantang karena sahamnya turun di bawah titik harga yang diharapkan. Meskipun ada kemunduran awal, Arko Petroleum tetap fokus pada strategi pertumbuhannya dan rencana ekspansi di sektor energi yang kompetitif. IPO menandai tonggak penting bagi perusahaan saat mereka berusaha untuk meningkatkan kehadiran pasar dan memanfaatkan peluang baru. Para investor dengan cermat memantau kinerja perusahaan setelah penawaran publiknya.
