#RedSeptember Ini adalah istilah pasar yang menunjukkan September yang secara historis bearish untuk pasar crypto, terutama Bitcoin.

Sejak sekitar tahun 2013, Bitcoin sering kehilangan nilai di bulan September, dengan penurunan rata-rata bulanan dalam kisaran 3–4%. Ini telah menjadi tren musiman yang cukup dikenal.

Analis dan trader sering menyebut pola ini sebagai “September Merah”, yang menunjukkan periode penjualan yang volatil, koreksi, atau pengambilan keuntungan.

Beberapa melihatnya sebagai ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya, sementara yang lain percaya bahwa faktor makro dan struktur investor dapat memperkuat atau menguranginya.

Implikasi Potensial

1. Volatilitas Harga

Jika September melanjutkan tren historis, Bitcoin (dan crypto yang lebih luas) dapat mengalami tekanan turun, menguji zona support dalam kisaran $100K–$105K.

2. Level Teknikal yang Harus Dipantau

Analis telah menyoroti zona support dan resistance kunci, misalnya, $105K, $110K. Melanggar level ini dapat mempengaruhi arah pasar selanjutnya.

3. Faktor Makro dan Sentimen yang Lebih Luas

Keputusan suku bunga Fed, aliran ETF, volatilitas geopolitik, dan kondisi likuiditas semuanya berperan dalam apakah “efek September” terwujud atau dikurangi.

4. Apakah 2025 Akan Mematahkan Pola?

Beberapa analis optimis berpendapat bahwa keterlibatan institusi, likuiditas yang lebih tinggi, dan fundamental yang lebih kuat dapat membantu mematahkan tren penurunan historis.

Apakah Anda Harus Peduli?

Jika Anda sedang trading atau berinvestasi di crypto, terutama di Binance, kesadaran tentang periode risiko musiman seperti September dapat membantu membentuk manajemen risiko, penempatan stop-loss, dan pengenalan kesempatan.

Memantau grafik harga, metrik on-chain, aliran ETF, dan berita makroekonomi sangat penting selama periode ini.

$BTC