Regulator Tiongkok telah memberikan lampu hijau bagi penambang batu bara terbesar di negara itu untuk mengakuisisi aset senilai 133,6 miliar yuan ($19 miliar) dari perusahaan induknya. Bloomberg memposting di X, menyoroti bahwa langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat perusahaan saat konsumsi batu bara mulai stabil. Akuisisi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menstabilkan industri batu bara di tengah perubahan pola konsumsi energi. Perkembangan ini menegaskan penyesuaian yang sedang berlangsung dalam sektor energi Tiongkok saat menghadapi transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.