Menteri Luar Negeri Irak telah menyatakan bahwa keputusan untuk mengangkat kembali mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki, yang sekarang menjabat sebagai wakil perdana menteri, adalah masalah internal bagi Irak. Menurut Jin10, menteri tersebut menekankan bahwa Irak sedang memperhatikan dengan cermat sinyal dari Amerika Serikat terkait keputusan ini. Pengangkatan kembali ini telah memicu diskusi tentang implikasinya bagi lanskap politik Irak dan hubungannya dengan AS. Langkah ini dianggap sebagai perkembangan signifikan dalam politik domestik Irak, yang menyoroti fokus negara tersebut untuk menjaga hubungan diplomatik sambil menghadapi isu-isu pemerintahan internal.
