📊 Hanya 1,3% kontrak prediksi politik yang memiliki likuiditas yang cukup, sementara yang lainnya hampir tidak aktif.

Profesor dari Stanford Graduate School of Business, yang juga merupakan penasihat untuk Andreessen Horowitz (a16z) dan Meta, Andy Hall, mengajukan pertanyaan penting tentang pasar prediksi politik.

Menurut laporan Odaily, timnya telah mengembangkan satu set dataset baru yang berfokus pada:

• Pasar prediksi politik

• Likuiditas

• Aturan penyelesaian

🔎 Temuan kunci:

Sebagian besar kontrak politik hampir tidak memiliki aktivitas perdagangan, hanya 1,3% yang memiliki likuiditas yang cukup.

Selain itu, platform seperti Kalshi dan Polymarket jarang meluncurkan kontrak dengan aturan yang sama persis, yang menyebabkan likuiditas semakin terfragmentasi.

🚀 Hall mengajukan empat saran perbaikan:

1️⃣ Membuat kontrak berdasarkan isu inti dan bekerja sama dengan lembaga independen untuk mendefinisikan pasar yang memiliki nilai sosial.

2️⃣ Membayar insentif kepada pembuat pasar untuk menyuntikkan likuiditas awal.

3️⃣ Memperkenalkan agen AI untuk melakukan perdagangan di pasar yang kurang partisipasi manusia, untuk membentuk referensi harga yang diperlukan.

4️⃣ Membangun definisi dan aturan penyelesaian yang seragam di antara berbagai platform.

🎯 Tujuan: Menarik trader yang ingin melindungi risiko politik, menjadikan pasar prediksi sebagai “mesin kebenaran” yang dibutuhkan masyarakat.

Apa pendapatmu?

Apakah pasar prediksi benar-benar dapat mencerminkan kebenaran, atau akan selalu dibatasi oleh kurangnya likuiditas dan potensi manipulasi?

$AI $BTC $XRP #AI #BTC #xrp #BTC100kNext #StrategyBTCPurchase

XRP
XRP
1.4928
-1.82%

BTC
BTC
68,463.63
-0.81%

AI
AI
0.0239
+3.91%