$BTC
GEOPOLITIK | Iran Bersikeras Pengayaan Uranium Tidak Dapat Didiskusikan dalam Pembicaraan Jenewa
Pada 15 Februari (waktu setempat), Ebrahim Rezaei, juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, menjelaskan ruang lingkup negosiasi nuklir yang sedang berlangsung di Jenewa. Ia menyatakan dengan tegas bahwa pembicaraan tersebut tidak mencakup diskusi tentang penghentian, penangguhan, atau pengabaian kegiatan pengayaan uranium Iran. Selain itu, ia menekankan bahwa tidak ada negosiasi mengenai transfer bahan nuklir Iran خارج negara.
Menurut laporan yang dikutip oleh Jin10, masalah ini telah diterima oleh Amerika Serikat sebagai hal yang berada di luar kerangka pembicaraan saat ini. Pernyataan Rezaei menunjukkan bahwa pengayaan uranium tetap menjadi elemen yang tidak dapat dinegosiasikan dari program nuklir Iran dari perspektif Teheran, mencerminkan posisi lama negara itu bahwa pengayaan adalah hak kedaulatannya berdasarkan perjanjian internasional.
Fokus Terbatas pada Masalah Nuklir
Rezaei lebih lanjut menekankan bahwa negosiasi Jenewa secara ketat dibatasi pada isu-isu terkait nuklir dan tidak terkait dengan kemampuan misil Iran atau kebijakan regionalnya yang lebih luas. Ia menolak spekulasi bahwa pembicaraan tersebut dapat berkembang menjadi diskusi tentang strategi pertahanan Iran atau perannya dalam geopolitik regional.
Dalam komentarnya, ia mengidentifikasi Israel sebagai sumber utama ketidakstabilan dan ketegangan di wilayah tersebut. Ia berpendapat bahwa ancaman dan tindakan Israel tidak seharusnya dimasukkan ke dalam negosiasi Jenewa. Sebaliknya, ia menyarankan agar masalah tersebut ditangani secara terpisah melalui dialog antar negara-negara regional, dengan tujuan untuk mendorong pembangunan, stabilitas, dan kepentingan bersama.
Skeptisisme Terhadap Komitmen AS
Sambil mencatat bahwa tim negosiasi Iran telah memasuki pembicaraan dengan rencana negosiasi yang terstruktur dan siap, Rezaei menyatakan kehati-hatian terkait hasil potensial. Ia merujuk pada apa yang ia sebut sebagai catatan masa lalu Washington dalam perjanjian sebelumnya, menandakan skeptisisme tentang keandalan Amerika Serikat.