Pada tahun 2025, pasar cryptocurrency mengalami reli bullish yang kuat: Bitcoin melewati angka 100.000 dolar, dan total kapitalisasi pasar melebihi 3 triliun dolar. Investor penuh semangat, tetapi dana pensiun, sebaliknya, secara aktif melepaskan aset digital, lebih memilih stabilitas daripada keuntungan spekulatif.

Meskipun tingkat pengembalian yang tinggi — rata-rata imbal hasil Bitcoin selama dekade terakhir mencapai 630% — dana pensiun tetap waspada terhadap volatilitas. Di Brasil, Dewan Moneter Nasional melarang dana pensiun besar untuk berinvestasi dalam cryptocurrency karena risiko yang berlebihan. Di AS, organisasi Better Markets menerbitkan laporan yang memperingatkan tentang "perjudian berisiko" untuk dana pensiun publik, di mana puluhan negara bagian mempertimbangkan larangan. CPP Investments Kanada, yang mengelola aset senilai 400 miliar dolar, sepenuhnya membatalkan rencana investasi kripto karena ketidakpastian.

Para ahli menekankan bahwa dana pensiun memiliki kewajiban fidusia: melindungi tabungan pensiunan dari kerugian. Kebangkrutan FTX pada tahun 2022 menghabiskan 95 juta dolar dari Rencana Pensiun Guru Ontario, menjadi pelajaran penting. Bahkan di Inggris, di mana 27% orang dewasa mempertimbangkan kripto untuk pensiun, regulator menekankan risiko serangan hacker dan kurangnya perlindungan. Di Australia, meskipun investasi di SMSF meningkat menjadi 1,7 miliar dolar, dana besar membatasi alokasi hingga 0,05%.

Tren ini mencerminkan konservatisme: dana pensiun memilih aset tradisional, seperti saham dan obligasi, meskipun ada tekanan pada imbal hasil akibat perubahan demografi. Sementara investor ritel bersuka cita dengan reli, institusi menghindari kripto.

#CryptoDivestment #PensionFunds #BitcoinRally #CryptoRisks #FinancialNews

Langganan ke #MiningUpdates untuk mendapatkan berita terbaru tentang penambangan dan pasar kripto!