Seorang pengusaha di Kolkata kehilangan sekitar ₹3.8 crores, setelah terjebak melalui media sosial ("jebakan madu") untuk berinvestasi di platform perdagangan kripto palsu.
Kasus besar lainnya: seorang pengusaha real estat di Hyderabad mengklaim adanya penipuan investasi senilai hampir ₹100 crores, terkait dengan sebuah perusahaan yang diduga berbasis di Dubai yang menawarkan imbal hasil harian; pembayaran dilakukan dalam USDT, INR, dll.