Trump Menyebut Rusia sebagai ‘Agresor’ dalam Perang dengan Ukraina
Mantan Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya secara langsung menyebut Rusia sebagai “agresor” dalam perangnya dengan Ukraina. Pernyataannya datang tak lama setelah ia menolak bantuan militer tambahan untuk Kyiv, menimbulkan pertanyaan tentang sikapnya terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Berbicara pada hari Minggu, Trump berkata:
“8.000 tentara telah meninggal minggu ini, dari kedua negara. Beberapa lagi dari Rusia, tetapi ketika Anda adalah agresor, Anda kehilangan lebih banyak. Saya menghentikan tujuh perang, dan saya pikir yang ini akan mudah bagi saya, tetapi ini ternyata sulit. Saya rasa saya harus melakukan semua pembicaraan. Mereka saling membenci. Mereka saling membenci begitu banyak sehingga mereka tidak bisa bernapas.”
Pernyataan Trump menyoroti perubahan nada yang signifikan, karena ia mengakui peran Rusia dalam memperburuk konflik sambil menggambarkan dirinya sebagai sosok yang bisa menjadi mediator. Kata-katanya menekankan permusuhan mendalam antara kedua negara dan tantangan yang akan dihadapi upaya perdamaian apa pun.
Komentar ini menandai pengakuan langka dari Trump tentang tanggung jawab Rusia dalam perang, setelah berbulan-bulan menghindari kritik langsung terhadap Moskow.