Pengujian "titik kritis margin call" untuk kelipatan leverage yang berbeda: 10x, 20x, 50x, jatuh berapa banyak akan terkena margin call?
Dalam perdagangan dengan leverage, sebagian besar investor "memilih kelipatan berdasarkan perasaan", tetapi tidak jelas "jatuh berapa banyak akan terkena margin call". Artikel ini menggunakan modal 1000USDT sebagai dasar, menggabungkan harga pembukaan BTC yang berbeda, menghitung persentase penurunan kritis margin call untuk leverage 10x, 20x, dan 50x, serta membuat tabel perbandingan untuk membantu Anda memahami risiko leverage secara akurat dan menghindari "margin call yang membingungkan".
Catatan: Logika perhitungan didasarkan pada "rasio margin pemeliharaan 1%" dari bursa utama (berbeda sedikit antara platform, disesuaikan dengan platform yang sebenarnya), titik kritis margin call = (harga pembukaan - harga margin call) / harga pembukaan × 100%, yaitu ketika harga turun mencapai persentase tersebut, margin akun tidak mencukupi untuk memicu margin call.
1. Analisis kasus tunggal: Modal 1000USDT, ambang likuidasi yang berbeda dengan leverage yang berbeda
Menggunakan "Modal 1000USDT untuk membeli BTC" sebagai contoh, menghitung harga likuidasi dan ambang rugi untuk leverage 10 kali, 20 kali, dan 50 kali di bawah harga pembukaan yang berbeda:
1. Leverage 10 kali (rasio margin 10%)
Logika pembukaan: Leverage 10 kali memerlukan deposit 10%, nilai yang dapat dibuka dengan 1000USDT = 1000÷10%=10000USDT dari BTC.
Perhitungan likuidasi dengan harga pembukaan yang berbeda:
Jika harga pembukaan BTC = 40000USDT / koin, jumlah yang dapat dibuka = 10000÷40000=0.25 koin;
Harga likuidasi = (jaminan pembukaan - biaya)÷ jumlah pembukaan (mengabaikan biaya untuk penyederhanaan) ≈ (1000×1%)÷0.25=40USDT? Perhitungan ini salah, rumus harga likuidasi yang benar seharusnya:
Harga likuidasi = Harga pembukaan × (1- (1 - rasio margin yang dipertahankan) ÷ rasio leverage)
Data yang dimasukkan: Harga likuidasi = 40000×(1- (1-1%)÷10) = 40000×(1-0.99÷10) = 40000×0.901=36040USDT;
Ambang rugi = (40000-36040)÷40000×100%=9.9%.
Jika harga pembukaan BTC = 50000USDT / koin, jumlah yang dapat dibuka = 10000÷50000=0.2 koin;
Harga likuidasi = 50000×(1-0.99÷10)=50000×0.901=45050USDT;
Ambang rugi = (50000-45050)÷50000×100%=9.9%.
2. Leverage 20 kali (rasio margin 5%)
Logika pembukaan: Leverage 20 kali memerlukan deposit 5%, nilai yang dapat dibuka dengan 1000USDT = 1000÷5%=20000USDT dari BTC.
Perhitungan likuidasi dengan harga pembukaan yang berbeda:
Harga pembukaan = 40000USDT / koin, jumlah yang dapat dibuka = 20000÷40000=0.5 koin;
Harga likuidasi = 40000×(1- (1-1%)÷20)=40000×(1-0.99÷20)=40000×0.9505=38020USDT;
Ambang rugi = (40000-38020)÷40000×100%=4.95%.
Harga pembukaan = 50000USDT / koin, jumlah yang dapat dibuka = 20000÷50000=0.4 koin;
Harga likuidasi = 50000×(1-0.99÷20)=50000×0.9505=47525USDT;
Ambang rugi = (50000-47525)÷50000×100%=4.95%.
3. Leverage 50 kali (rasio margin 2%)
Logika pembukaan: Leverage 50 kali memerlukan deposit 2%, nilai yang dapat dibuka dengan 1000USDT = 1000÷2%=50000USDT dari BTC.
Perhitungan likuidasi dengan harga pembukaan yang berbeda:
Harga pembukaan = 40000USDT / koin, jumlah yang dapat dibuka = 50000÷40000=1.25 koin;
Harga likuidasi = 40000×(1- (1-1%)÷50)=40000×(1-0.99÷50)=40000×0.9802=39208USDT;
Ambang rugi = (40000-39208)÷40000×100%=1.98%.
Harga pembukaan = 50000USDT / koin, jumlah yang dapat dibuka = 50000÷50000=1 koin;
Harga likuidasi = 50000×(1-0.99÷50)=50000×0.9802=49010USDT;
Ambang rugi = (50000-49010)÷50000×100%=1.98%.
Tabel referensi "Rasio Leverage - Modal - Rugi Likuidasi" (menggunakan BTC sebagai contoh, mempertahankan rasio margin 1%)
Modal (USDT)
Rasio leverage
Harga pembukaan (USDT / koin)
Jumlah yang dapat dibuka (koin)
Harga likuidasi (USDT / koin)
Ambang rugi likuidasi
1000
10 kali
40000
0.25
36040
9.9%
1000
10 kali
50000
0.2
45050
9.9%
1000
20 kali
40000
0.5
38020
4.95%
1000
20 kali
50000
0.4
47525
4.95%
1000
50 kali
40000
1.25
39208
1.98%
1000
50 kali
50000
1
49010
1.98%
2000
10 kali
40000
0.5
36040
9.9%
2000
20 kali
40000
1
38020
4.95%
2000
50 kali
40000
2.5
39208
1.98%
Catatan: Ketika modal berubah, ambang rugi likuidasi tidak berubah (hanya terkait dengan rasio leverage dan rasio margin yang dipertahankan), jumlah yang dapat dibuka meningkat seiring dengan peningkatan modal.
3. Kesimpulan kunci: "3 pemahaman intuitif" tentang risiko leverage
Semakin tinggi rasio leverage, semakin kecil "ruang toleransi": Leverage 10 kali dapat menanggung penurunan hampir 10%, leverage 50 kali hanya dapat menanggung penurunan kurang dari 2%, yang berarti jika fluktuasi BTC dalam satu hari melebihi 2%, mungkin akan mengalami likuidasi (pada tahun 2025, persentase hari di mana fluktuasi BTC melebihi 2% mencapai 35%).
Rugi likuidasi tidak terkait dengan harga pembukaan atau modal: baik BTC dibuka pada 40 ribu atau 50 ribu dolar AS, dan terlepas dari apakah modal adalah 1000 atau 2000USDT, ambang rugi likuidasi dengan margin yang sama tetap (seperti 10 kali margin selalu 9.9%), sumber risiko utama berasal dari "rasio leverage".
Sebelum memilih leverage, hitung terlebih dahulu "seberapa banyak kerugian yang dapat ditanggung": jika Anda menganggap BTC mungkin turun 5% dalam waktu dekat, maka Anda sebaiknya hanya memilih leverage 10 kali (ambang rugi 9.9%), sama sekali tidak memilih 20 kali (4.95%) atau 50 kali (1.98%), jika tidak, jika penurunan mencapai target, akan langsung likuidasi.
Berdasarkan perhitungan dan tabel referensi di atas, Anda dapat membalikkan rasio leverage yang sesuai berdasarkan "rugi maksimum yang dapat Anda tanggung", bukan hanya berdasarkan perasaan. Ingatlah: leverage adalah "pengganda", yang dapat memperbesar keuntungan dan juga risiko, menghitung ambang dengan tepat adalah langkah pertama untuk menghindari likuidasi.