🌍Dunia cryptocurrency dan perdagangan bank tradisional. 5 kesamaan kunci yang sering diabaikan:

🔁 1. Intermediasi keuangan (meskipun berbeda)

🏣Perbankan tradisional: Menggunakan perantara seperti bank sentral, kamar kliring, dan entitas kustodian.

🪙Cryptocurrency: Meskipun dipromosikan sebagai terdesentralisasi, dalam praktiknya ada perantara seperti bursa (Binance, Coinbase), yang bertindak sebagai kustodian dan validator transaksi.

✅ Kesamaan teknis: Kedua sistem memerlukan entitas yang memvalidasi, memproses, dan mencatat transaksi, meskipun arsitektur yang mendasarinya berbeda (blockchain vs. basis data terpusat).

🔐 2. Keamanan melalui kriptografi

📜Perbankan tradisional: Menggunakan enkripsi SSL/TLS, token, tanda tangan digital, dan autentikasi multifaktor.

🪙Kripto: Menggunakan tanda tangan digital (seperti ECDSA di Bitcoin) dan hash kriptografi (SHA-256) untuk memvalidasi transaksi.

✅ Kesamaan teknis: Kedua sistem bergantung pada algoritma kriptografi untuk memastikan integritas dan keaslian transaksi.

📊 3. Catatan akuntansi yang dibagikan dan dapat diaudit

📃Perbankan tradisional: Menggunakan buku akuntansi internal, diaudit oleh entitas pengatur.

🪙Kripto: Menggunakan buku besar terdistribusi (blockchain), publik, dan tidak dapat diubah.

✅ Kesamaan teknis: Kedua model memerlukan catatan akuntansi yang dapat diandalkan dari aset dan transaksi. Perbedaannya adalah bahwa satu bersifat pribadi dan diatur, dan yang lainnya bersifat publik dan terdesentralisasi.

⚙️ 4. Manajemen likuiditas dan risiko

📓Perbankan tradisional: Mengontrol likuiditas melalui cadangan, kebijakan moneter, dan mekanisme seperti suku bunga.

💰Kripto: Beberapa protokol DeFi (seperti Aave atau Compound) mereplikasi fungsi ini dengan algoritma pasar, cadangan likuiditas, dan suku bunga yang bervariasi.

✅ Kesamaan teknis: Kedua sistem harus menyeimbangkan penawaran dan permintaan aset untuk menjaga stabilitas keuangan, meskipun mereka melakukannya dengan metode yang berbeda.

🏦 5. Integrasi dengan layanan keuangan tradisional

📑Perbankan tradisional: Menawarkan produk seperti pinjaman, pembayaran, investasi, dan penitipan.

📀Kripto: Melalui CeFi (Keuangan Terpusat) seperti Binance atau Coinbase, menawarkan kartu debit, pinjaman dengan jaminan kripto, rekening tabungan dengan imbal hasil, dll.

✅ Kesamaan teknis: Kedua model sedang berkonvergensi dalam layanan yang serupa, dengan antarmuka pengguna dan produk keuangan yang dapat dibandingkan: rekening, pinjaman, bunga, kartu, dll.

🧠 Kesimpulan

Meskipun kripto dan perbankan tradisional tampak sebagai lawan, mereka berbagi prinsip-prinsip keuangan dan teknis yang mendasar: pencatatan aset, keamanan, perantara, likuiditas, dan penyediaan layanan. Perbedaan kunci terletak pada bagaimana mereka diimplementasikan: satu terpusat dan diatur, yang lainnya terdesentralisasi dan muncul.