🇫🇷📱 Pendiri Telegram Pavel Durov Mengklaim Tekanan dari Pejabat Prancis untuk Mencensor Pos Pemilihan Moldova
Dalam perkembangan besar, pendiri Telegram Pavel Durov mengklaim bahwa layanan intelijen Prancis menekan platform pesan untuk mencensor konten politik terkait pemilihan Moldova yang akan datang.
Tuduhan Kunci:
* Durov menyatakan bahwa dia diminta untuk mencensor konten terkait pemilihan sebagai imbalan agar pejabat Prancis mengatakan "hal-hal baik" kepada hakim yang mengawasi persidangannya.
* Durov menolak permintaan untuk mencensor konten politik.
* Platform awalnya memang menghapus beberapa pos yang jelas melanggar ketentuan layanan Telegram, tetapi tetap teguh menolak tekanan untuk mencensor politik.
Ini mengangkat pertanyaan signifikan tentang campur tangan politik dan independensi platform komunikasi.
Apa pendapat Anda tentang tekanan yang diduga berasal dari pemerintah terhadap platform sosial besar ini? Bagikan pendapat Anda di bawah. 👇
#Telegram #PavelDurov #Penyensoran #FreeSpeechBattle #Moldova #France