Sebuah skandal crypto nyata sedang meledak di Polandia. Upaya pemerintah untuk "menjinakkan" aset digital telah berubah menjadi salah satu kejutan regulasi terketat di Eropa — dan seluruh industri dalam keadaan tidak percaya.


🔎 Apa yang Terjadi?
Parlemen Polandia (Sejm) baru saja mengesahkan undang-undang aset kripto baru, bagian dari kerangka MiCA Uni Eropa. Tetapi alih-alih menyelaraskan dengan negara lain, Polandia menjadi sangat ketat — menciptakan sanksi yang lebih keras daripada di tempat lain di uni.
⚠️ Masalahnya
Lisensi atau Penjara — Setiap perusahaan kripto (bursa, dompet, penerbit) harus mendapatkan lisensi dari regulator (KNF) dalam waktu 6 bulan. Gagal melakukannya? Harapkan denda hingga 10 juta zloty (~$3 juta) dan bahkan 2 tahun penjara.
118 Halaman Birokrasi — Anggota Parlemen Oposisi Janusz Kowalski mengecam undang-undang itu sebagai “regulasi berlebihan,” dengan menunjukkan bahwa Jerman dan Republik Ceko memiliki kerangka yang jauh lebih ramping.
Batas Waktu Mustahil — KNF dikenal sebagai regulator terlama di UE, memerlukan rata-rata 30 bulan untuk meninjau satu aplikasi. Sekarang perusahaan kripto diberitahu untuk menyelesaikan dalam 6 bulan. Ini seperti meminta pelari menyelesaikan maraton dalam 10 menit — konyol!
🔔 Mengapa Kepanikan?
Kritikus memperingatkan bahwa ini tidak akan membawa ketertiban — itu akan menghancurkan pasar kripto legal Polandia. Perusahaan akan gagal memenuhi persyaratan yang mustahil atau sekadar melarikan diri dari negara, takut akan denda besar dan waktu penjara.
🏛️ Apa Selanjutnya?
Undang-undang sekarang berpindah ke Senat, kemudian ke Presiden Karol Nawrocki untuk persetujuan akhir. Inilah twist-nya: selama pemilihan, Nawrocki berjanji bahwa “Polandia harus menjadi tempat untuk inovasi, bukan regulasi” dan bersumpah untuk melawan “aturan tiran.”
Sekarang saatnya kebenaran telah tiba. Akankah dia memveto undang-undang kripto terberat di Eropa dan menepati janjinya — atau membiarkan tekanan politik menang, mendorong Polandia ke dalam kegelapan regulasi?
Apa pendapatmu — inovasi atau penindasan?