DigiByte (DGB) adalah sebuah cryptocurrency open source yang dimulai oleh Jared Tate pada tahun 2013. Tujuan utamanya adalah untuk menyediakan solusi blockchain yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih terdesentralisasi dibandingkan Bitcoin.

DigiByte memiliki banyak fitur penting dalam teknologinya. Mari kita lihat perbandingan kecil dengan Bitcoin, cryptocurrency nomor 1 di dunia.

Membutuhkan sekitar 10 menit untuk menghasilkan satu blok (Block) di Bitcoin. Namun, di blockchain DigiByte, satu blok baru hanya memerlukan 15 detik untuk dibuat. Ini membantu menyelesaikan transfer dana (Transfer) dengan sangat cepat.

Bitcoin memiliki total 21 juta koin. Total suplai DigiByte adalah 21 miliar (21,000 juta). Ini membuat DigiByte sangat cocok untuk adopsi yang lebih luas (Wider Adoption).

Keamanan Lima Lapisan (5-Layer Security):

Bitcoin hanya menggunakan satu algoritma penambangan (Mining). Namun, DigiByte menggunakan lima algoritma penambangan yang berbeda (Sha256, Scrypt, Skein, Qubit, Odocrypt). Ini membuat jaringan (Network) sangat aman dan terlindungi dari serangan 51% (Attacks).

Teknologi Baru (Technology):

DigiByte adalah yang pertama memperkenalkan banyak teknologi penting seperti SegWit dan DigiShield yang secara otomatis menyesuaikan kesulitan (Difficulty) penambangan ke dunia blockchain.

Struktur tiga lapis DigiByte (Structure)

Fitur khusus (Special) dari DigiByte adalah bekerja dalam tiga lapisan.

Lapisan Inti (Core Layer): Ini adalah jaringan dasar yang mengoperasikan blockchain. Ribuan komputer (Nodes) bergabung untuk memvalidasi transaksi.

Lapisan Aset Digital (Digital Asset Layer): Ini adalah lapisan keamanan dan catatan dari blockchain. Di sinilah koin DigiByte dibuat.

Lapisan Aplikasi (Applications Layer): Di lapisan ini, aset digital (DigiAssets) dapat dibuat melalui protokol untuk video, dokumen (Documents), token, dan berbagai macam aset (Assets). Aplikasi seperti Kontrak Pintar (Smart Contracts) juga berjalan di sini.

Tantangan dan Kekhawatiran (Concerns)

Secara teknis kuat (Strong) sebagai blockchain, DigiByte menghadapi beberapa tantangan praktis.

Isu Desentralisasi (Issue): Sebuah blockchain harus terdesentralisasi. Namun, kadang-kadang, sangat sedikit alamat (Addresses) yang mengendalikan sebagian besar penambangan, mendorong ke arah sentralisasi (Centralization).

Partisipasi Rendah (Low Participation): Jumlah node dan penambang yang mengoperasikan blockchain lebih sedikit dibandingkan cryptocurrency top (Top) lainnya.

Kurangnya Adopsi (Adoption): Cryptocurrency ini belum menjadi populer (Popular) di pasar (Market) dalam skala besar dan belum mendapatkan penggunaan yang luas.

DigiByte secara teknis adalah blockchain yang sangat baik, cepat, dan aman. Ini jauh lebih maju (Advanced) dibandingkan Bitcoin.

Namun, dalam dunia kripto, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk sukses. Komunitas yang kuat (Community), pengembangan yang berkelanjutan (Development), dan adopsi yang tinggi (Adoption) sangat penting.

DigiByte menghadapi tantangannya dan, jika berhasil menarik lebih banyak pengguna (Users), memiliki peluang cerah di masa depan.

$DGB

DGB
DGB
0.00413
-0.72%