👀👉Trump sedang Mempertimbangkan Pembagian Cek Tarif $2,000: Peningkatan Ekonomi atau Hambatan Politik?
Presiden Trump sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan "dividen" stimulus sebesar $1,000 hingga $2,000 per orang Amerika yang dibiayai oleh pendapatan besar yang dihasilkan dari tarif yang diberlakukan sejak April 2025. Dia menggambarkan ini sebagai mengembalikan sebagian dari pendapatan tarif kepada rakyat sambil memprioritaskan penggunaan pendapatan tersebut untuk mengurangi utang nasional, yang saat ini mencapai $37 triliun.
Tarif telah meningkatkan pendapatan pemerintah yang signifikan—sekitar $215 miliar sejauh tahun ini dengan proyeksi mencapai $300 miliar atau lebih pada akhir tahun—tetapi banyak ahli memperingatkan bahwa tarif ini juga meningkatkan biaya rumah tangga sebesar $1,300 hingga $1,500 per tahun secara rata-rata. Cek stimulus yang diusulkan dapat lebih dari menutupi biaya ini, menawarkan manfaat bersih bagi keluarga.
Namun, proposal ini menghadapi hambatan politik dan hukum yang besar. Ini memerlukan persetujuan kongres, dan banyak pembuat undang-undang menolak penggunaan pendapatan tarif untuk pembayaran langsung, lebih memilih untuk menerapkannya pada pengurangan utang. Mahkamah Agung juga bersiap untuk memutuskan tentang legalitas tarif ini, yang dapat memengaruhi pendapatan di masa depan dan kelayakan setiap pengembalian.
Secara ekonomi, meskipun stimulus dapat memberikan bantuan jangka pendek dan rangsangan pasar, tarif telah terbukti mengurangi pertumbuhan PDB, upah, dan produktivitas seiring waktu. Dampak keseluruhan tergantung pada pendapatan tarif yang berkelanjutan dan dukungan legislatif yang kuat, keduanya tetap tidak pasti.
Ide ini menghidupkan kembali perdebatan tentang kebijakan perdagangan, perpajakan, dan cara terbaik untuk mendukung keluarga Amerika di tengah meningkatnya biaya hidup yang sebagian disebabkan oleh tarif.