Gelombang metaverse di masa lalu pernah terjebak dalam lingkaran spekulasi "tanah virtual", di mana nilai tampaknya hanya ada dalam narasi keuangan yang langka, bukan dalam pengalaman aplikasi yang nyata. Proyek Somnia sejak awal berusaha mengembalikan metaverse ke jalurnya - ia tidak fokus pada finansial tanah yang dangkal, tetapi berkomitmen untuk menggunakan teknologi yang solid untuk mengatasi tantangan inti yang dihadapi dalam membangun metaverse yang praktis, interaktif, dan dapat diskalakan, sehingga dapat membentuk kembali dasar nilai yang sebenarnya.

Satu, Tantangan Teknologi Empat Besar Metaverse dan Solusi Somnia

1. Tantangan Konkurensi dan Interaksi Waktu Nyata:

· Pertanyaan: Metaverse yang sejati harus mampu mendukung ribuan orang berinteraksi secara real-time dalam satu ruang bersama, termasuk suara, sinkronisasi gerakan, dan perubahan status objek. TPS blockchain tradisional sama sekali tidak mampu menangani volume data sebesar ini.

· Jawaban Somnia: Arsitektur konsensus multistream (Multistream Consensus) dan eksekusi urutan dipercepat (ASE) secara dasar mewujudkan kemampuan pemrosesan konkuren tinggi. Kemampuan pemrosesan 1,9 miliar transaksi dalam satu hari selama tahap testnet membuktikan bahwa Somnia mampu menangani aliran data tingkat metaverse, memastikan sinkronisasi gerakan pengguna dengan status rantai hampir tanpa penundaan.

2. Tantangan Penyimpanan Data dan Biaya:

· Pertanyaan: Metaverse mencakup jumlah besar model 3D, tekstur, audio, dan konten yang dibuat pengguna. Menyimpan semua data ini sepenuhnya di rantai pada blockchain tradisional adalah hal yang mustahil, karena biayanya sangat tinggi.

· Jawaban Somnia: Somnia secara signifikan mengurangi biaya penyimpanan dan pembaruan status melalui biaya Gas yang sangat rendah (0,0001 dolar AS) dan basis data efisien IceDB. Hal ini membuat penyimpanan logika aset inti dan data interaksi penting langsung di rantai menjadi mungkin. Selain itu, dengan integrasi solusi penyimpanan terdesentralisasi (seperti Arweave, IPFS), Somnia membentuk arsitektur penyimpanan berlapis, yang menjamin keamanan dan komposabilitas aset inti sekaligus menjaga efisiensi penyimpanan file media skala besar.

3. Tantangan Komposabilitas dan Interoperabilitas:

· Pertanyaan: Jika setiap proyek metaverse adalah taman tertutup, maka sebutan 'metaverse' tidak lagi tepat. Aset dan identitas harus dapat bergerak bebas antar berbagai adegan.

· Jawaban Somnia: Sebagai 'sistem operasi di atas rantai', Somnia menyediakan antarmuka standar asli dan terpadu bagi aplikasi di atasnya. Dalam ekosistem Somnia, semua DApp berjalan di lingkungan berkinerja tinggi yang sama, sehingga aset secara bawaan saling dapat diintegrasikan. Lebih penting lagi, melalui protokol lintas rantai, Somnia secara aktif menghubungkan dirinya dengan jaringan blockchain eksternal, memastikan aset metaverse-nya tidak hanya beredar dalam ekosistem internal, tetapi juga dapat menunjukkan nilai di dunia multi-rantai yang lebih luas.

4. Tantangan Ekonomi Pencipta:

· Pertanyaan: Bagaimana memastikan pencipta konten metaverse mendapatkan imbalan instan dan adil, adalah kunci untuk membangkitkan kreativitas.

· Jawaban Somnia: Biaya rendah membuat pembayaran mikro dan eksekusi royalti secara otomatis menjadi layak. Seorang arsitek yang merancang rumah virtual bisa mendapatkan bagi hasil kecil namun instan setiap kali rumah tersebut diperjualbelikan atau digunakan, melalui kontrak pintar. Mekanisme alokasi nilai dengan tingkat kehalusan yang sangat tinggi ini mampu menginspirasi pencipta dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, membentuk ekonomi kreatif berbasis rantai yang berkembang pesat.

II. Perpindahan Paradigma dari 'Memiliki Tanah' ke 'Mengalami Nilai'

Jalur teknis Somnia sedang membawa pergeseran paradigma nilai metaverse:

· Dari 'pemilikan statis' ke 'penggunaan dinamis': Nilai tidak lagi melekat hanya pada 'sertifikat kepemilikan' tanah virtual, tetapi pada aktivitas, interaksi, dan pengalaman yang terjadi di atas tanah tersebut. Aktivitas berbasis rantai yang sering terjadi inilah yang membentuk semangat dan nilai sejati metaverse.

· Dari 'penggerak kelangkaan' ke 'penggerak utilitas': Nilai tidak lagi ditentukan oleh kelangkaan yang dibuat manusia, tetapi oleh utilitas nyata dari aset dan ruang tersebut. Sebuah mal virtual yang dirancang indah dan ramai pengunjung secara alami bernilai lebih tinggi dibandingkan sudut kosong yang terbengkalai, dan inilah yang bisa dicapai oleh Somnia melalui dukungan terhadap aplikasi kompleks.

Kesimpulan:

Apa yang dilakukan Somnia adalah membangun 'tujuh koneksi dan satu rata' metaverse secara diam-diam—mengalirkan air, listrik, jaringan, serta meratakan tanah. Somnia tidak terlibat dalam spekulasi properti yang ramai, melainkan fokus menyediakan infrastruktur yang memungkinkan gedung pencakar langit berdiri. Dengan menyelesaikan masalah dasar seperti konkurensi, biaya, interoperabilitas, dan insentif pencipta, Somnia menyiapkan dasar teknis yang kokoh untuk membangun metaverse yang hidup, saling terhubung, dan berpusat pada pengalaman pengguna. Di atas dasar ini, nilai sejati akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

@Somnia Official

#SomniaHouse $SOMI

SOMIBSC
SOMI
0.2329
-0.12%