Di jantung pemukiman Kibera yang luas di Nairobi, di mana perbankan tradisional hampir tidak menyentuh kehidupan sehari-hari, sebuah revolusi keuangan yang tenang sedang berlangsung. Di sini, Bitcoin bukanlah kendaraan investasi yang jauh — itu adalah uang yang bergerak. Penjual kaki lima, pengendara boda, dan pemilik toko berdagang dalam sats untuk makanan, bahan bakar, dan layanan, menggunakan ponsel dan pembayaran Lightning sebagai alat kemerdekaan ekonomi. Dalam sebuah komunitas yang lama terpinggirkan dari keuangan formal, mata uang digital ini telah menjadi jembatan dan perisai — menghubungkan orang-orang ke jaringan global sambil membebaskan mereka dari beban birokrasi dan korupsi.
Di pusat perubahan ini berdiri Afribit, sebuah organisasi yang memelihara ekonomi Bitcoin sirkular yang dimulai dan diakhiri di dalam permukiman kumuh itu sendiri. Penduduk menghasilkan uang dalam Bitcoin, membelanjakan dalam Bitcoin, dan menjaga nilai tetap beredar secara lokal. Alat seperti Tando sekarang menghubungkan Bitcoin dengan sistem uang seluler Kenya, memungkinkan pedagang menerima pembayaran bahkan jika mereka bergantung pada M-Pesa. Kepercayaan — mata uang yang langka dan penting dalam ekonomi informal — telah menjadi mesin adopsi, menyebar secara organik melalui pengendara boda yang membentuk tulang punggung sosial Kibera.
Kisah yang diceritakan di sini bukan tentang spekulasi tetapi tentang bertahan hidup, bukan tentang kekayaan tetapi tentang martabat. Hotspot Wi-Fi bersama menggantikan bank; smartphone menggantikan teller. Di jalanan sempit ini, Bitcoin menjadi apa yang selalu dimaksudkan — terbuka, tanpa izin, dan manusiawi. Adopsi Kibera mungkin kecil dalam angka, tetapi artinya sangat besar: sekilas masa depan di mana kekuatan finansial bermula dari pinggiran dan tumbuh dari bawah.
Penafian: Pengalaman ini sepenuhnya berdasarkan Vlog Bitcoin Joe Nakamoto
#BitcoinStory #BitcoinAfrica #JoeNakamoto

