1. Sentimen Pasar dan Lingkungan Makro
- Indeks Ketakutan: Amati indikator sentimen pasar, seperti "Indeks Ketakutan dan Keserakahan". Ketika pasar sangat ketakutan (indeks rendah), mungkin mendekati titik terendah.
- Berita dan Kebijakan: Perhatikan lingkungan ekonomi global, kebijakan regulasi, keputusan suku bunga bank sentral, dll. Misalnya, penurunan suku bunga oleh Federal Reserve atau kebijakan moneter yang longgar dapat merangsang rebound pasar crypto.
- Siklus Sejarah: Pasar cryptocurrency sering mengalami fluktuasi siklis (seperti siklus pengurangan Bitcoin). Pelajari data sejarah, identifikasi karakteristik titik terendah pasar yang serupa.
2. Analisis Teknikal
- Level support kunci: gunakan indikator teknis (seperti rata-rata bergerak 200 hari, level retracement Fibonacci) untuk mencari area support di mana harga mungkin stabil.
- Volume perdagangan: dasar biasanya disertai dengan volume perdagangan yang rendah (tekanan jual berkurang) atau lonjakan volume tiba-tiba (masuknya pembeli). Perhatikan perubahan volume perdagangan.
- RSI (Indeks Kekuatan Relatif): RSI di bawah 30 biasanya menunjukkan kondisi overbought, mungkin mendekati dasar, tetapi perlu dikombinasikan dengan indikator lain untuk konfirmasi.
- Pola candlestick: seperti pola 'hammer' atau 'W底', dapat memberikan sinyal pembalikan.
3. Analisis data on-chain
- Perilaku kepemilikan: melalui data on-chain (seperti Glassnode, CryptoQuant) amati apakah investor besar (paus) mulai mengakumulasi, atau pemegang jangka panjang menghentikan penjualan.
- Arus masuk/keluar bursa: keluarnya sejumlah besar cryptocurrency dari bursa mungkin menunjukkan bahwa investor lebih cenderung untuk menyimpan, bukan menjual.
- Jumlah alamat aktif: jumlah alamat aktif yang menurun ke titik terendah sebelum pulih, mungkin mengindikasikan pemulihan aktivitas pasar.
4. Manajemen keuangan dan persiapan psikologis
- Membangun posisi secara bertahap: hindari membeli seluruh posisi dalam satu waktu, gunakan strategi pembelian bertahap (seperti DCA, investasi tetap) untuk mengurangi risiko.
- Stop loss dan take profit: tetapkan titik stop loss yang jelas untuk mencegah penurunan lebih lanjut, sambil merencanakan titik take profit untuk mengunci keuntungan.
- Hindari FOMO: jangan terburu-buru membeli karena rebound jangka pendek, tetap sabar menunggu sinyal konfirmasi.
5. Peringatan risiko
- Ketidakpastian pasar: pasar kripto sangat fluktuatif, bahkan jika indikator teknis menunjukkan 'dasar', harga mungkin terus turun.
- Faktor eksternal: peristiwa black swan (seperti tekanan regulasi, serangan hacker) dapat menyebabkan pasar menyelidiki lebih dalam.
- Perspektif jangka panjang: membeli pada titik terendah cocok untuk investor yang memiliki keyakinan jangka panjang, risiko spekulatif jangka pendek sangat tinggi.