Apakah kamu tahu bahwa bahkan posisi yang menang bisa dilikuidasi?
👉 Ini disebut Auto-Desapalancamiento (ADL), dan merupakan salah satu mekanisme yang paling ditakuti dalam futures perpetu.
💥 Apa itu ADL?
Ketika pasar jatuh dan kerugian trader melebihi dana asuransi bursa, mereka mengaktifkan ADL.
Sistem secara otomatis memotong posisi yang paling menguntungkan dan terleverage untuk mencegah bursa menjadi insolven.
➡️ Singkatnya: jika kamu mendapatkan keuntungan terlalu cepat, kamu bisa dipaksa untuk menutup, meskipun kamu benar dalam arah pasar.
⚙️ Siapa yang pertama kali terpengaruh?
Setiap platform memiliki peringkatnya sendiri, tetapi hampir semuanya mengikuti logika ini 👇
1️⃣ Keuntungan tidak direalisasikan terbesar
2️⃣ Leverage efektif terbesar
3️⃣ Ukuran posisi
⚠️ Contoh realistis
Mari kita bayangkan tiga trader LONG di BTCUSDT:
| Trader | Leverage | PnL Tidak Direalisasikan | Hasil |
| :----- | :------------- | :--------------- | :------------------ |
| 🐋 A | 50x | +40% | ❌ Dipotong oleh ADL |
| 🦈 B | 20x | +25% | ⚠️ Risiko sedang |
| 🐠 C | 5x | +8% | ✅ Tanpa dampak |
Selama 'flash crash', A dan B dapat dikurangi untuk menutupi kerugian orang lain.
🧩 Mengapa itu ada?
ADL adalah upaya terakhir bursa:
1️⃣ Pertama gunakan dana asuransi
2️⃣ Kemudian coba likuidasi posisi secara normal
3️⃣ Jika defisit berlanjut → aktifkan ADL
Ini menjamin bahwa platform tetap solvabel.
Tapi ya, itu bisa membuatmu kehilangan keuntungan yang sempurna 😬
💡 Cara melindungi dirimu
✔️ Hindari penggunaan leverage yang ekstrem.
✔️ Pertahankan posisi yang wajar
✔️ Periksa indikator ADL di Futures (panah di samping posisi kamu 📊)
✔️ Gunakan stop-loss dan kelola risiko — jangan bergantung pada asuransi
📚 Singkatnya
ADL adalah mekanisme darurat.
Tapi memahaminya memberimu keunggulan besar:
👉 Menang tidak selalu berarti mempertahankan keuntunganmu.
🔗 Sumber: CoinDesk (Okt 2025)