Strategi saat ini Tiongkok menggabungkan pengekangan 🤝, pembalasan ⚔️, dan pengaruh 💼. Alih-alih segera mencocokkan tarif AS 🇺🇸 secara menyeluruh, Beijing 🇨🇳 telah fokus pada kontrol ekspor atas tanah jarang 🧪 — bahan kunci untuk elektronik, pertahanan, dan energi terbarukan ⚙️. Pembatasan ini, yang memerlukan lisensi ekspor dan batasan, memberikan Tiongkok kekuatan tawar yang kuat 💪 sambil menghindari perang tarif yang besar 💣.
Tiongkok juga telah menggunakan langkah-langkah pembalasan 🎯 — memberlakukan tarif pada barang-barang AS 🍎🚜, memasukkan perusahaan AS tertentu ke dalam daftar hitam 🏢, dan memperkenalkan pemeriksaan yang lebih ketat 🚢 untuk memperlambat impor dari Amerika. Bersamaan dengan itu, Beijing terus melakukan upaya diplomatik 🌐, mengkritik tindakan AS sebagai tidak adil sambil meninggalkan ruang untuk negosiasi di masa depan 🕊️.
Baru-baru ini, sebuah perjanjian kerangka 📄 di London bertujuan untuk memulihkan beberapa perdagangan tanah jarang dan mengurangi ketegangan, meskipun mineral kelas militer 🔋 tetap menjadi titik masalah.
Risiko ke depan ⚠️:
• 🔗 Gangguan rantai pasokan: Perusahaan Barat mungkin menghadapi harga yang lebih tinggi, kekurangan, atau penundaan.
• 🔥 Risiko eskalasi: Tarif atau sanksi lebih lanjut dapat memicu perang dagang yang lebih dalam.
• 🏛️ Ketegangan politik: Kedua belah pihak mungkin menggunakan perselisihan ini untuk politik domestik.
• 🌍 Dampak global: Negara-negara lain dapat dipaksa untuk memilih sisi atau mendiversifikasi rute perdagangan.
Singkatnya, pendekatan Tiongkok bersifat strategis dan hati-hati 🧭, menggunakan dominasi tanah jarangnya untuk melindungi kepentingannya sambil sedikit membuka pintu untuk dialog.#china #Markeconomy #tradewar #WTO #china
