Konteks:
Sekretaris Perbendaharaan AS Scott Bessent mengatakan bahwa 85 senator memiliki rencana di kantor yang akan memberikan kekuasaan kepada administrasi Presiden Trump untuk memberlakukan tarif hingga 500% pada barang-barang China. Terutama jika China membeli minyak Rusia. Tarif ini terutama dimaksudkan untuk menekan transaksi minyak Rusia-China.
Dia menambahkan bahwa sebagian dari pendapatan tarif dapat digunakan untuk membuat Dana Kemenangan Ukraina.
Kementerian Luar Negeri China menyebut proposal tersebut sebagai penindasan sepihak dan pemaksaan ekonomi.
Kompleksitas Hukum dan Teknis:
Tingkat tarif yang sangat besar tidak bisa diterapkan hanya berdasarkan kehendak politik; ada beberapa hambatan hukum dan praktis yang ada:
• Persetujuan Kongres: Presiden AS kemungkinan perlu mendapatkan otorisasi kongres untuk memberlakukan tarif sebesar itu.
• Doktrin Pertanyaan Utama: Pengadilan AS mungkin melihat keputusan besar seperti itu tanpa dukungan legislatif eksplisit sebagai penyalahgunaan kekuasaan eksekutif.
• Hukum Perdagangan WTO dan Internasional: Di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia dan perjanjian perdagangan global, kenaikan tarif unilateralisme dapat memicu sengketa internasional.
• Bukti dan Justifikasi: AS harus memberikan alasan yang jelas secara ekonomi, keamanan, atau lainnya untuk tarif tersebut, bukan hanya motivasi politik.
• Risiko Pembalasan: China bisa memberlakukan tarif balasan atau pembatasan, yang berpotensi mengganggu perdagangan global dan rantai pasokan.
Misalnya, inisiatif AS sebelumnya yang disebut Tarif Hari Pembebasan 2025 menghadapi tantangan hukum setelah pengumumannya.
Dampak Potensial:
• Kepanikan di pasar dan kemungkinan penurunan harga.
• Harga perangkat keras penambangan (ASIC, GPU, dll.) dapat naik dengan tajam.
• Harga Bitcoin, Ethereum, dan hampir semua altcoin bisa turun.
• Kapitalisasi pasar kripto total mungkin akan menurun pada awalnya.



#USChinaTariffs #Economy #TradeWar #Trump #Market_Update
