WASHINGTON D.C. – Amerika Serikat telah mencapai tonggak sejarah yang sangat mengkhawatirkan, karena total utang publik negara kini telah melampaui $38 triliun, menurut data baru yang dirilis oleh Departemen Keuangan pada pertengahan Oktober 2025.


Hanya sejenak yang lalu — sekitar pertengahan Agustus — angkanya mendekati $37 triliun, yang berarti sekitar satu triliun dolar lagi telah ditambahkan hanya dalam dua bulan. Akumulasi cepat ini menyoroti percepatan kewajiban fiskal Amerika.


Tekanan yang Meningkat pada Ekonomi

Para ekonom memperingatkan bahwa kecepatan pertumbuhan utang mencerminkan masalah struktural yang lebih dalam: defisit federal yang terus berlanjut, kebutuhan pinjaman yang besar, dan dampak lama dari krisis kenaikan batas utang yang berulang.


Rasio utang terhadap PDB, indikator utama tentang seberapa dapat dikelola utang nasional dibandingkan dengan output ekonomi, telah meningkat tajam, menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan jangka panjang. Sementara itu, biaya bunga atas utang besar ini telah melonjak — kini menjadi salah satu item terbesar dalam anggaran federal, bahkan melampaui pengeluaran pertahanan tahunan.


Para ahli memperingatkan bahwa, dengan tren saat ini, Amerika Serikat bisa terus menambahkan sekitar 1 triliun dolar utang baru setiap beberapa bulan, mendorong batas ketahanan fiskal dan menguji ketahanan ekonomi negara ini.


#USDebtCrisis #EconomicWarning #FiscalStorm