Jika Anda telah menggunakan Binance belakangan ini, Anda mungkin telah melihat istilah seperti APR dan TGE muncul di mana-mana. Mereka terdengar sedikit teknis, tetapi sebenarnya cukup mudah dipahami setelah Anda memecahnya. Mari kita bahas apa artinya dan mengapa itu penting bagi Anda sebagai pengguna Binance.

Apa itu APR dalam crypto?

APR adalah singkatan dari Annual Percentage Rate. Dalam kata-kata sederhana, itu adalah persentase yang dapat Anda hasilkan (atau bayar) dalam setahun pada sejumlah tertentu crypto.

Sebagai contoh, jika Binance menunjukkan produk staking dengan APR 10%, itu berarti jika Anda mempertaruhkan 100 token selama satu tahun penuh, Anda akan mendapatkan sekitar 10 token sebagai imbalan.

Tapi inilah yang sering terlewatkan banyak orang — APR tidak tetap selamanya. Bisa naik atau turun tergantung pada hal-hal seperti:

berapa banyak orang yang sedang melakukan staking,

bagaimana kinerja token tersebut,

atau jika Binance sedang menjalankan promosi khusus.

Jadi jika Anda melihat APR yang sangat tinggi (seperti 30% atau lebih), patut untuk dicek mengapa tinggi begitu. Kadang-kadang ini adalah hadiah sementara untuk menarik pengguna, dan tingkatnya akan turun nanti.

Apa itu TGE?

TGE adalah singkatan dari Token Generation Event. Ini pada dasarnya adalah "kelahiran" dari sebuah token kripto.

Pada saat TGE, proyek secara resmi menciptakan (atau mencetak) token mereka dan mulai mendistribusikannya — kepada tim, investor, pendukung awal, atau publik. Setelah itu, token biasanya terdaftar di bursa seperti Binance, dan orang-orang bisa mulai melakukan perdagangan.

Anda juga akan mendengar tentang "jadwal pembukaan kunci" — ini adalah saat token yang dipegang oleh investor awal atau tim secara bertahap menjadi tersedia untuk dijual. Saat pembukaan kunci besar terjadi, harga kadang-kadang turun karena pasokan yang lebih banyak masuk ke pasar.

Bagaimana APR dan TGE terhubung di Binance

Bayangkan sebuah token baru saja mengadakan TGE-nya dan kini telah terdaftar di Binance. Dalam beberapa hari pertama, Binance mungkin meluncurkan program Earn atau penawaran staking dengan APR tinggi untuk menarik pemegang token.

Sebagai contoh, Binance baru-baru ini mendaftarkan proyek baru bernama aPriori (APR) dan langsung menawarkan perdagangan berjangka setelah peluncuran. Token baru seperti ini bisa membawa semangat — dan imbal hasil tinggi — tetapi juga fluktuasi harga yang besar.

Inilah yang biasanya dilakukan pengguna cerdas:

Mereka memeriksa kapan TGE terjadi.

Mereka memperhatikan jadwal pembukaan kunci token (untuk melihat kapan lebih banyak token akan masuk ke sirkulasi).

Mereka membandingkan tingkat APR dengan risikonya — jika harga token turun, bahkan APR yang besar pun mungkin tidak membantu.

Beberapa tips praktis

1. Jangan mengejar APR secara buta. Selalu tanyakan pada diri sendiri apakah token itu sendiri layak dipegang.

2. Perhatikan tanggal pembukaan kunci. Pembukaan kunci token besar bisa menyebabkan penurunan harga mendadak.

3. Gunakan halaman resmi Binance. Periksa detail produk staking — Binance selalu menyebutkan apakah APR-nya tetap atau berubah.

4. Jadilah awal, tetapi hati-hati. Bergabung tepat setelah TGE bisa menguntungkan, tetapi juga merupakan tahap yang paling berisiko.

Ringkasan cepat

APR = berapa banyak yang bisa Anda hasilkan dalam setahun dengan melakukan staking atau meminjamkan token Anda.

TGE = saat token pertama kali dibuat dan dirilis ke publik.

Di Binance, kedua istilah ini biasanya muncul bersamaan saat token baru diluncurkan dan mulai menjalankan program penghasilan.

Selalu perhatikan baik imbal hasil (APR) maupun risikonya (jadwal pembukaan kunci, volatilitas pasar).

#APRBinanceTGE