Ketika kita berbicara tentang skalabilitas blockchain, solusi Layer 2 telah menjadi sorotan. Di antara banyak solusi, Plasma adalah konsep yang visioner dan sering kali disalahpahami.

Banyak orang secara sederhana mengklasifikasikan Plasma sebagai "saluran status", tetapi ini meremehkan ambisinya. Plasma yang diusulkan oleh Vitalik Buterin dan Joseph Poon, pada intinya adalah untuk membuat "sub-chain" yang terikat pada rantai utama Ethereum. Sub-chain ini memiliki mekanisme produksi blok dan konsensusnya sendiri, hanya mengumpulkan komitmen status akhir (akar Merkle) ke rantai utama, sehingga memindahkan sebagian besar beban transaksi dari rantai utama.

Ini bukan hanya jaringan saluran pembayaran sederhana, ini adalah cetak biru ekosistem blockchain yang lengkap dan dapat disesuaikan. Bayangkan sebuah sub-chain bursa yang dirancang untuk perdagangan frekuensi tinggi, sebuah sub-chain eksklusif untuk aset permainan—semuanya mendapatkan manfaat dari keamanan Ethereum melalui kerangka Plasma.

Tentu saja, Plasma menghadapi tantangan, terutama masalah ketersediaan data, yang melahirkan solusi turunan yang lebih modern seperti Optimistic Rollup dan ZK-Rollup. Namun, ide-ide inovatif Plasma adalah yang menggambarkan masa depan skalabilitas blockchain bagi kita. Ini bukan hanya teknologi, tetapi juga sebuah filosofi: bagaimana mewujudkan aplikasi blockchain berskala besar tanpa mengorbankan desentralisasi dan keamanan.

#Plasma @Plasma @XPL