Dalam langkah yang menimbulkan kekhawatiran bagi para investor, perusahaan Oppenheimer menurunkan peringkat Meta Platforms dari "Outperform" menjadi "Perform", menunjukkan meningkatnya ketidakpastian mengenai investasi besar Meta di bidang kecerdasan buatan yang canggih.
Analis Jason Helfstein membandingkan pengeluaran Meta saat ini untuk proyek kecerdasan buatan dengan fase investasi besar di metaverse pada tahun 2021 dan 2022, ketika perusahaan menghabiskan miliaran dolar tanpa menghasilkan pengembalian yang nyata dalam jangka pendek.
Dan sesuai dengan catatan, pengeluaran operasional dan modal Meta di kuartal keempat melebihi estimasi pasar sekitar 7%, dengan perkiraan bahwa pengeluaran 2026 akan jauh lebih besar daripada 2025. Arah ini menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan dan waktu pengembalian dari investasi besar ini.
Meskipun Meta telah menunjukkan kinerja yang kuat di sektor iklan, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% year-on-year, perusahaan itu sendiri menunjukkan adanya potensi perlambatan di kuartal keempat, yang meningkatkan kewaspadaan pasar.
Di sisi lain, Oppenheimer membandingkan Meta dan Alphabet (GOOG), menganggap bahwa yang terakhir memiliki keuntungan yang lebih stabil dan rasio harga yang wajar, dan pertumbuhannya dalam pencarian mungkin akan mengungguli Meta pada tahun 2026.
Setelah pengumuman hasil kuartalan, saham Meta turun lebih dari 10% dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar, mencerminkan kekhawatiran investor tentang kombinasi pertumbuhan cepat dan pengeluaran yang meningkat.
💡 Kesimpulan:
Antara ambisi Meta untuk membangun kecerdasan buatan yang canggih dan kemampuan pasar untuk menerima biayanya, tampaknya jalan menuju 2027 akan menjadi ujian nyata seberapa seimbang perusahaan antara pertumbuhan dan pengeluaran.
Apakah Anda melihat bahwa Meta bertaruh pada masa depan atau mengulangi kesalahan metaverse? 🤔