Pada 31 Oktober 2008, di tengah dampak krisis keuangan global, sosok (atau kelompok) misterius yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto merilis dokumen sembilan halaman berjudul:
“Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer.”
Kertas putih ini menguraikan visi untuk mata uang digital terdesentralisasi — satu yang dapat beroperasi tanpa bank atau perantara, bergantung pada bukti kriptografi dan jaringan rekan.
Ini memperkenalkan konsep revolusioner seperti:
🔗 Teknologi blockchain — buku besar publik yang tidak dapat diubah dari transaksi.
💻 Konsensus Proof-of-Work — mengamankan jaringan melalui komputasi.
💰 Kelangkaan digital — pasokan tetap 21 juta bitcoin.
Tujuh belas tahun kemudian, Bitcoin telah berkembang dari sebuah ide yang dibagikan di daftar surat kabar kriptografi kecil menjadi fenomena keuangan global — memberdayakan inovasi di seluruh keuangan terdesentralisasi, identitas digital, dan Web3.
Pesan inti Bitcoin tetap abadi:
> “Versi uang elektronik yang sepenuhnya peer-to-peer akan memungkinkan pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lain tanpa melalui institusi keuangan.” — Satoshi Nakamoto, 2008
Hari ini, kami merayakan bukan hanya sebuah whitepaper — tetapi awal dari sebuah gerakan yang mendefinisikan ulang bagaimana dunia memikirkan uang, kebebasan, dan kepercayaan.

