Dunia keuangan dalam keadaan terkejut karena BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, dilaporkan menjadi korban penipuan senilai $500 juta — sebuah skandal yang kini disebut sebagai salah satu penipuan kredit swasta terbesar dalam sejarah.

Menurut laporan, otak di balik skema “menakjubkan” ini adalah Bankim Brahmbhatt, seorang eksekutif telekomunikasi keturunan India yang perusahaannya — Broadband Telecom dan Bridgevoice — mengamankan ratusan juta dalam pinjaman menggunakan faktur palsu dan dokumen yang dipalsukan.

💼 Bagaimana Penipuan Ini Bekerja:

Perusahaan Brahmbhatt diduga menciptakan data pelanggan dan faktur palsu, kemudian menggunakannya sebagai jaminan untuk mengamankan pinjaman dari HPS Investment Partners, unit kredit swasta yang diakuisisi oleh BlackRock. Selama bertahun-tahun, operasi ini tidak terdeteksi — hingga audit rutin mengungkap ketidakkonsistenan dan domain email palsu, yang mengekspos penipuan tersebut.

Ketika penipuan terungkap, Brahmbhatt dilaporkan menghilang, dan perusahaannya dengan cepat mengajukan kebangkrutan. Penyelidik sekarang percaya bahwa jutaan telah dipindahkan ke luar negeri, membuat upaya pemulihan semakin sulit.

📊 Dampaknya:

• Perkiraan Kerugian: $500 juta+

• Korban: BlackRock dan perusahaan kredit besar lainnya

• Penemuan: Juli 2025 selama tinjauan internal

• Dampak: Potensi pengetatan pengawasan kredit swasta global dan perbankan bayangan

Insiden ini menyoroti kekhawatiran yang berkembang dalam keuangan modern — lonjakan eksplosif pasar kredit swasta yang sering beroperasi dengan kurang transparansi dan pengawasan dibandingkan bank tradisional.

Bahkan raja keuangan seperti BlackRock tidak kebal. Dan saat regulator global menyelidiki lebih dalam, skandal ini mungkin menjadi katalis untuk reformasi besar-besaran di seluruh industri kredit bernilai triliunan dolar.

Pesannya jelas: tidak ada yang terlalu besar untuk ditipu.

@Square-Creator-3803d4f205f8

#BlackRock #FinanceNews #GlobalMarkets #PrivateCredit #MarketWatch