Di tengah meningkatnya penggunaan USDT di Venezuela, pertanyaan yang sama muncul kembali: apa yang menjamin janji bahwa setiap token setara dengan satu dolar? Laporan triwulanan terbaru dari Tether International, perusahaan penerbit USDT, yang diaudit oleh firma BDO, memberikan informasi baru untuk menjawabnya.
Menurut laporan tersebut, pada akhir kuartal ketiga tahun 2025, Tether memiliki aset senilai 181,223 miliar dolar AS dibandingkan kewajiban sebesar 174,445 miliar dolar AS. Hal ini berarti terdapat lebih banyak dolar dan aset pendukung lainnya dibandingkan jumlah USDT yang beredar. Selisih 6,777 miliar dolar tersebut berfungsi sebagai cadangan berlebih, sebuah 'bantalan' yang dapat menutupi penarikan massal atau pergerakan pasar yang tidak terduga.
Dokumen tersebut menyatakan bahwa sebagian besar cadangan ditempatkan pada instrumen likuiditas tinggi, khususnya utang publik Amerika Serikat. Tether melaporkan eksposur total mendekati 135 miliar dolar AS dalam obligasi Treasury, angka yang sebanding dengan beberapa bank sentral di dunia. Kelas aset ini dianggap sebagai salah satu yang paling aman dan likuid dalam sistem keuangan internasional.