Dalam konteks pasar stablecoin global yang berkembang dengan cepat, Bank of England (BoE) baru saja mengeluarkan pernyataan tegas, menegaskan bahwa Inggris tidak akan tertinggal di belakang Amerika Serikat dalam menetapkan kerangka hukum yang komprehensif dan efektif untuk pasar aset digital yang penting ini. Ini adalah langkah yang menunjukkan tekad Inggris untuk mempertahankan posisinya sebagai pusat keuangan global di era digital.

Saat ini, pasar stablecoin global telah mencapai valuasi lebih dari 310 miliar dolar AS, dan menurut perkiraan Departemen Keuangan AS, angka ini bisa melonjak hingga 2 triliun dolar AS pada tahun 2028. Skala potensial ini mendorong otoritas pengawas utama untuk bertindak cepat demi menjamin stabilitas keuangan.

Strategi Penyelarasan Peraturan dengan Amerika Serikat

Untuk memastikan kerangka hukum Inggris tidak menciptakan hambatan yang tidak perlu atau menciptakan ketidakseragaman di pasar internasional, BoE sedang aktif bekerja langsung dengan mitra di Amerika Serikat. Tujuannya adalah menyelaraskan peraturan sebanyak mungkin, terutama terhadap stablecoin yang digunakan secara luas di seluruh dunia. Kerja sama ini sangat penting untuk mencegah fragmentasi peraturan yang dapat menghambat inovasi dan menciptakan celah risiko.

Penerbitan dokumen konsultasi Inggris tentang stablecoin pada 10 November mendatang diharapkan akan memperjelas posisi resmi mereka, khususnya terkait aturan mengenai cadangan, kemampuan penukaran, dan tata kelola stablecoin yang digunakan sebagai alat pembayaran. #England

Keseimbangan yang Penuh Harapan: Di antara Dorongan Inovasi dan Risiko Sistemik

Meskipun tekad untuk mendorong inovasi, BoE tetap sangat berhati-hati terhadap risiko sistemik yang tersembunyi yang dapat ditimbulkan oleh stablecoin besar jika tidak dikelola secara ketat.

Sebelumnya, Bank Sentral Inggris pernah memicu banyak perdebatan dengan mengusulkan aturan pengawasan yang cukup ketat: membatasi setiap individu hanya boleh memiliki maksimal 10.000 hingga 20.000 pound sterling (GBP) stablecoin. Usulan ini muncul dari kekhawatiran bahwa jika satu stablecoin besar runtuh atau kehilangan nilai tetap, itu dapat memicu efek domino negatif terhadap seluruh sistem keuangan tradisional.

Alasan kehati-hatian: Ketika pasar stablecoin mencapai skala 2 triliun dolar AS, kegagalan satu stablecoin besar tidak hanya akan memengaruhi pasar kripto tetapi juga menyebar ke pasar obligasi, saham, bahkan tabungan bank tradisional. Oleh karena itu, batasan kepemilikan dianggap sebagai "katup pengaman" untuk meminimalkan risiko ini.

Namun, para ahli di industri kripto berpendapat bahwa pembatasan jumlah kepemilikan stablecoin per individu dapat menjadi hambatan besar bagi investor institusi dan mengurangi daya saing pasar Inggris dibandingkan wilayah lain.

Pentingnya Kerangka Hukum Stablecoin

Bagi Inggris, membangun kerangka hukum yang jelas untuk stablecoin memiliki makna strategis ganda:

Perlindungan konsumen dan stabilitas keuangan: Memastikan bahwa stablecoin didukung sepenuhnya oleh aset cadangan berkualitas tinggi dan memiliki prosedur yang transparan, agar tidak terulang kembali kegagalan kehilangan nilai tetap di masa lalu.

Menarik investasi dan inovasi: Kerangka hukum yang jelas akan menciptakan kepercayaan bagi perusahaan keuangan besar dan perusahaan fintech yang ingin menempatkan kantor dan mengembangkan produk stablecoin di Inggris, memperkuat posisi kepemimpinan negara dalam bidang keuangan digital.

Pernyataan BoE menandai komitmen yang kuat: Inggris berpindah dari sekadar mengamati ke tindakan nyata, siap berpartisipasi aktif dalam membentuk masa depan pasar stablecoin bernilai triliunan dolar AS, memastikan inovasi terjadi dalam kerangka yang aman dan dapat dipercaya. #anhbacong

BTC
BTCUSDT
95,504.8
-1.37%

BNB
BNBUSDT
934.62
-0.84%

USDC
USDCUSDT
0.99967
+0.01%