Harga Emas Naik Saat Dolar Melemah — Taruhan Pemotongan Suku Bunga Fed Meningkat
Emas bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, didukung oleh dolar AS yang lebih lemah dan harapan yang semakin meningkat bahwa Federal Reserve akan kembali memotong suku bunga.
Pada 13:15 GMT:
🔸 Emas Spot: $3,996.56/oz (+0.5%)
🔸 Kontrak Berjangka Emas AS: $4,003.87/oz (+0.3%)
Indeks Dolar AS turun hampir 0.5% pada hari Kamis dan tetap lemah pada hari Jumat — membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Sementara itu, penutupan pemerintah AS masih menunda data ekonomi kunci. Dengan angka resmi pekerjaan dan inflasi yang tidak tersedia, para trader mengandalkan laporan sektor swasta untuk memahami ekonomi.
Laporan pekerjaan swasta minggu ini menunjukkan kelemahan — mendorong pasar untuk memperkirakan sekitar 70% kemungkinan pemotongan suku bunga Fed pada bulan Desember (naik dari 60% sehari sebelumnya).
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong harga emas, karena emas tidak membayar bunga — sehingga hasil yang lebih rendah membuat emas lebih menarik.
Pasar saham global juga jatuh tajam minggu ini — dengan saham teknologi yang paling terpukul — mengirim lebih banyak investor ke aset aman seperti emas dan Obligasi AS.
---
Cerita Jangka Panjang Masih Kuat — BCA Research
Emas baru-baru ini mundur setelah mencapai level tertinggi bulan lalu — tetapi BCA Research percaya bahwa fase koreksi sebagian besar telah selesai.
Menurut BCA, emas tetap menjadi “aset asuransi” premium dalam sistem uang fiat global. Nilainya diperkuat oleh keyakinan kolektif, kekayaan global, dan alternatif yang terbatas.
---
Logam Lainnya Juga Naik
🔸 Kontrak Berjangka Perak: +1% → $BTC

48.425/oz
🔸 Kontrak Berjangka Platinum: +1.6% → $1INCH 562.10/oz
🔸 Tembaga (LME): +0.6% → $ETH 10,743.20/ton
🔸 Kontrak Berjangka Tembaga AS: +0.6% → $4.9955/lb
Data ekspor China bulan Oktober datang lebih lemah dari yang diperkirakan — penurunan pertama dalam 18 bulan — akibat permintaan luar negeri yang melambat dan tekanan dari tarif tinggi AS.
---