Di pusat crypto-mining di Dalam Mongolia, terjadi bencana yang absurd: seorang pengusaha asal Cina, pemilik sebuah farm ASIC-miner besar, kehilangan jutaan dolar akibat serbuan kucing liar. Menurut laporan Cryptopolitan dan BitcoinEthereumNews pada 12 November 2025, pada bulan Oktober cuaca dingin memaksa sekitar 200 kucing mencari kehangatan dari kartu grafis dan server yang terlalu panas. Hewan-hewan yang berkembang biak dalam hitungan minggu mengubah pusat mining menjadi "penampungan kucing", tetapi ini sangat mahal bagi pemiliknya.

Kucing merusak peralatan: bulu menyumbat kipas angin, cakar menggores papan, dan "camilan" — genangan air dan kotoran — menyebabkan korsleting. Diperkirakan, kerugian mencapai $2–3 juta: puluhan GPU dan ASIC terbakar, downtime pertanian — berminggu-minggu. Pekerja bercanda: "Sabun, tetapi tempat tidur bernilai jutaan." Pemilik, penggemar kucing, tidak mengusir mereka, tetapi membeli 200 mat pemanas dan mengalihkan ke ruangan terpisah.

Insiden ini menjadi viral di media sosial Tiongkok, di mana pengguna tertawa: "Kucing — regulator crypto baru." Ini mengingatkan pada larangan penambangan di Tiongkok pada tahun 2021, yang memaksa pertanian untuk bersembunyi. Para ahli menyarankan: pendinginan dan jaring pelindung — harus ada. Pelajaran bagi para penambang: alam membalas atas panas. Apakah kucing akan menjadi tren baru dalam risiko crypto?

#CryptoCats #MiningFail #ChineseCrypto #BitcoinMining #CatDisaster #CryptoNews

Berlangganan di #MiningUpdates , agar tidak ketinggalan berita terbaru dari dunia cryptocurrency dan penambangan!